Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pasca Tsunami Selat Sunda, PHRI Banten: Tahun Baruan di Anyer Masih Memungkinkan

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Senin, 24 Desember 2018 |16:55 WIB
Pasca Tsunami Selat Sunda, PHRI Banten: Tahun Baruan di Anyer Masih Memungkinkan
Pasca tsunami di Banten (Foto: Susi Air)
A
A
A

SEBANYAK 229 jiwa melayang karena hantaman tsunami di Selat Sunda yang terjadi Sabtu malam, 22 Desember 2018. Hingga kini, penanganan dan pencarian korban selamat masih terus dilakukan.

Tidak hanya menelan korban, hantaman tsunami juga merusak beberapa bangunan di sekitaran pantai Tanjung Lesung, Anyer, dan Cinangka. Tercatat, ada 9 hotel di Banten yang mengalami kerusakan.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten Achmad Sari Alam.

"Ada 9 hotel yang terkena dampak tsunami cukup banyak, tapi hotel yang lainnya tidak. Di Anyer sendiri, dari Marbela hingga Mabruk, di mana di sana ada sekitar 10 sampai 15 hotel, kondisinya baik-baik saja," ucap Achmad Sari Alam kepada Okezone melalui sambungan telefon, Senin (24/12/2018).

 (Baca Juga:Serunya Christmas Market di Amerika, Tradisi Natal yang Selalu Dinanti)

Dia menekankan bahwa kerusakan yang terjadi pada 9 hotel tersebut bukan karena gempa. Jadi, dapat dijelaskan, kerusakannya tidak merobohkan bangunan. Hanya saja, hotel menjadi kotor, cat bangunan menjadi kotor, dan banyaknya lumpur di kawasan hotel.

 

Terkait dengan nama-namanya, Achmad menuturkan bahwa hasil monitoring pihaknya, hotel Tanjung Lesung dan Carita Mutiara menjadi salah satu yang terkena dampak. "Selebihnya cottage di daerah Carita dan Cinangka," sambungnya.

Terkait dengan jumlah korban jiwa yang lumayan banyak, Achmad menjelaskan bahwa hal itu bisa terjadi karena di kawasan Tanjung Lesung dan Carita, sedang dilangsungkan event gathering.

"Meski begitu, saya ikut prihatin. Tapi, ini tidak akan mempengaruhi daripada hotel-hotel yang kondisinya masih baik," paparnya.

 (Baca Juga:Dampak Tsunami Banten, 5 Pantai dan 9 Hotel Rusak Parah)

Bahkan, Achmad menuturkan bahwa dirinya berharap masyarakat Jakarta atau turis lainnya yang ingin menghabiskan malam tahun baru di daerah Anyer, itu masih sangat memungkinkan. Sebab, daerah itu tidak terkena dampak sama sekali.

Dia sadar betul bahwa trauma dan rasa kepercayaan yang hilang karena bencana ini tentu ada. Tapi, dia berharap bahwa masyarakat jangan melebih-lebihkan kondisi ini.

"Recovery saya rasa tidak akan lama. Terlebih ini musim liburan, minat rekreasi masyarakat tentu akan tinggi dan karena itu, jangan melebih-lebihkan bencana yang tidak diharapkan ini. Harapan kita, daerah pesisir Banten tidak sepi saat tahun baru," ungkapnya.

 

Achmad juga menjelaskan bahwa seni budaya lokal di Banten masih cukup tinggi dan kami diinformasikan juga supaya tetap welcome kepada wisatawan. Selain itu, infrastruktur kota pun masih cukup baik.

"Hanya saja memang daerah di Cinangka sampai Tanjung Lesung mengalami kerusakan, tapi itu pun tidak parah. Kami yakin recovery tidak akan lama," ujarnya.

Sedikit informasi, terkait jumlah kerugian yang dialami akibat tsunami Selat Sunda ini, Achmad memperkirakan sekitar Rp10 miliar.

"Itu pun terkait pengecatan ulang hotel, perbaikan komputer, beberapa layanan di lobby yang terganggu. Ini menjadi evaluasi kami setelah bencana dirasa sudah aman," tambahkan.

Di sisi lain, jika Anda memang merasa tetap ingin pergi tahun baruan di pesisir Banten, Achmad merekomendasikan kawasan Anyer sebagai lokasi wisatanya.

"Anyer masih aman. Jika bicara gelompang laut, memang cukup tinggi ombaknya, tapi masih aman. Hotel-hotelnya pun tidak terkena bencana," katanya.

(Utami Evi Riyani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement