Menurut laporan, berdasarkan sampel dari 1.615 buah alpukat segar yang dikumpulkan, diuji, dan dianalisis oleh FDA mulai tahun 2014, ditemukan bakteri Salmonella dan Listeria monocytogenes. Dari sampel buah-buahan, FDA menemukan 17% kulit alpukat dinyatakan positif untuk listeria, tetapi jumlahnya jauh lebih kecil ketika menguji daging alpukat, hanya 3 dari 1.254 sampel yang diuji terbukti positif mengandung bakteri listeria. Begitu juga saat menguji salmonella, jumlah daging alpukat yang tercemar bakteri di bawah 1%.

Meskipun jumlah kontaminasi daging buah jauh lebih rendah dibandingkan kulit, FDA tetap merekomendasikan masyarakat mencuci buah secara menyeluruh. Sebab ada risiko daging buah tercemar bakteri saat proses pemotongan. Di blog FDA, FoodSafety.org menyarankan sebelum mencuci buah masyarakat lebih dulu mencuci tangannya selama 20 detik, begitu juga setelah mencucinya. Diharapkan mencuci buah di bawah air mengalir.
Saran lain terhadap pencucian alpukat adalah menggunakan sikat untuk menggosok. Langkah ini dilakukan agar memastikan bakteri di alpukat hilang. Setelah dicuci, keringkan alpukat dengan kain atau handuk kertas untuk mengurangi bakteri yang mungkin ada. Usahakan untuk langsung membuang kulit buah dan memakan alpukat segera setelah dipotong guna membatasi jumlah patogen. Demikian seperti yang dilansir Okezone dari Independent, Jumat (21/12/2018).
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.