
Dokter Beeleonie menjelaskan mengetahui kualitas sperma bukan berdasarkan banyaknya air mani yang dikeluarkan. Meskipun banyak air mani yang keluar, namun belum tentu di dalamnya mengandung sperma.
“Kualitas sperma berasal dari hormon yang ada di otak. Otak akan memerintahkan testis untuk menghasilkan sperma. Jadi jika otak menerima tekanan dari luar (frustrasi) maka kualitas spermanya akan buruk pula,” tutur dr. Beeleonie, kepada Okezone di kawasan Jakarta Pusat, Senin (18/12/2018).
(Baca Juga:Mau Makan Siang Pakai Jengkol? Enaknya di 3 Restoran Ini)
Tak hanya frustrasi, penyakit gondongan juga bisa mempengaruhi kualitas sperma seorang pria. Gondongan adalah pembengkakan yang terjadi pada kelenjar parotis akibat infeksi virus. Masalah pada saluran pengeluaran sperma serta adanya varises di saluran sperma juga bisa menjadi penyebab lainnya.