(Foto: Utami Riyani/Okezone)
"Karena ini kan banyak milenial, pengikutnya juga banyak. Jadi para peselancar yang nonton live streaming banyak. 35 juta peselancar dunia jika melihat lokasinya di mana, mereka langsung mencari," tutur Indroyono saat ditemui dalam workshop World Surf League di Jakarta baru-baru ini.
Menurut Indroyono, para peselancar termasuk jenis turis yang tidak mudah menyerah dalam mencapai destinasi tujuannya. Mereka tak masalah dengan jarak dan perjalanan yang lama demi mendapatkan ombak yang bagus. Mereka juga tak begitu terpengaruh pada isu ekonomi, politik, bahkan bencana alam di Indonesia. Inilah yang akan dimanfaatkan untuk menjaring kunjungan wisawatan mancanegara (wisman) tahun depan.
"Mereka itu mau cari ombaknya. Ke Krui itu enam jam perjalanan motong Bukit Barisan, itu orang datang. Apalagi kalau bandara Taufik Kemas jadi," lanjut Indroyono.
(Baca Juga:Terlalu Lama Mengetik Pakai Keyboard Komputer? Waspada Serangan Carpal Tunnel Syndrome)