“Degenerasi bantalan sendi tulang belakang membuat bantalan dapat menonjol, kempes, maupun keluar dari tulang. Kondisi ini menyebabkan nyeri hingga yang paling parah kelumpuhan,” ujar dokter spesialis bedah saraf, dr Mahdian Nur Nasution SpBS, saat ditemui Okezone dalam konferensi media “Proses Degenerasi Tulang Belakang dan Teknologi Terkini Mengatasinya” di RSU Bunda Jakarta, Jumat (2/11/2018).
Nyeri yang muncul akibat degenerasi bantalan sendi tulang belakang dapat memengaruhi struktur tulang belakang seperti otot dan saraf tulang belakang. Kondisi inilah yang sering disebut oleh orang awam sebagai saraf terjepit. Biasanya gejala nyeri terjadi di daerah pinggang, bokong, paha bagian atas, telapak kaki bahkan hingga ke punggung dan leher. Semuanya tergantung lokasi bantalan sendi mengalami masalah.
Baca juga: 5 Aksi Heroik Pilot yang Lakukan Pendaratan Darurat, Salah Satunya di Bengawan Solo
Rasa nyeri yang ditimbulkan bisa sesekali hilang namun terasa kembali beberapa waktu kemungkinan. Tapi pada kondisi berat nyerinya dapat bertahan dalam hitungan minggu atau bahkan bulan. Intensi nyeri paling berat biasanya terjadi saat pasien tengah duduk atau membungkuk dan menjadi lebih baik saat berpindah posisi. Pada beberapa kasus, degenerasi bantalan sendi tulang belakang dapat mengakibatkan kesemutan atau mati rasa (kebas) di tangan dan kaki.
