Seorang wakil EuroClinix mengungkapkan sebagian besar kasus cedera tersebut dapat dirawat di rumah. Terlebih bila rasa sakitnya masih bisa diatasi dan hanya sedikit mengeluarkan air mata. Namun saat lebih banyak air mata yang keluar dan rasa sakit tidak tertahankan, maka langkah yang harus langsung dilakukan adalah bertemu dokter. Salah satu cara untuk mencegah hal ini terjadi di masa depan adalah dengan menggunakan lubrikasi atau pelumas selama hubungan seksual.
(Baca Juga:Anemia Jadi Penyebab Utama Tingginya Angka Kematian Ibu di Serang)
Tak hanya vagina tears, beberapa peserta juga menyampaikan cedera lain yang mungkin terjadi. Salah satunya lecet saat bergesekan dengan karpet. Ini terjadi pada pasangan yang melakukan hubungan seksual tidak di kasur sehingga membuat kulit kemerahan bahkan bisa seperti luka bakar. Cara untuk mengatasi kondisi ini adalah mencuci area dengan sabun antibakteri dan menggunakan salep antibiotik.
Cedera selanjutnya adalah keretakan Mr P. Kondisi ini biasanya disebabkan karena gerakan yang sangat kuat selama bercinta. Untuk masalah yang satu ini diperlukan penanganan medis. Demikian seperti yang dilansir Okezone dari New York Post, Rabu (24/10/2018).
(Muhammad Saifullah )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.