(Baca Juga:Viral Curhatan Kaesang Pangareb: Saya Tidak Pernah Diajak Lagi, Cuitan Netizen Bikin Ngakak!)
Gejalanya sendiri mencakup, sering berbohong, sering mengeksploitasi orang lain, sinis dan tidak menghargai orang lain, menggunakan kecerdasan untuk memanipulasi orang lain demi keuntungan atau kesenangan pribadi, kurangnya empati terhadap orang lain, dan masih banyak lagi.
Para ahli belum mengetahui secara pasti teknik penyembuhan atau pencegahan gangguan kepribadian antisosial. Namun, mengingat perilaku antisosial berakar pada pengalaman hidup semasa kecil, orang tua, guru, dan dokter memiliki kemungkinan besar untuk melihat tanda-tanda peringatan dini.
Dengan demikian, mereka dapat menerapkan pola asuh yang tepat, termasuk mengajarkan anak untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kedisiplinan, sehingga secara tidak langsung akan memodifikasi perilaku mereka. Psikoterapi juga diklaim dapat membantu mengurangi kemungkinan anak-anak mengembangkan gangguan kepribadian tersebut saat beranjak dewasa.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.