Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fulan Fehan Akan Dipadati Penari di Festival Likurai Timor 2018

Risna Nur Rahayu , Jurnalis-Kamis, 04 Oktober 2018 |14:47 WIB
Fulan Fehan Akan Dipadati Penari di Festival Likurai Timor 2018
Menpar Arief Yahya (Foto dok. Kemenpar)
A
A
A

BELU – Bukit Fulan Fehan, Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) dipilih menjadi tuan rumah Festival Likurai Timor 2018. Ribuan penari Likurai akan beraksi di sini, digelar 4-7 Oktober 2018. Menteri Pariwisata Arief Yahya dijadwalkan hadir di Fulan Fehan.

Tahun ini, Festival Likurai Timor 2018 masuk dalam agenda pariwisata nasional. Banyak kesenian dan budaya yang akan disajikan. Salah satunya tari kolosal khas Belu, NTT. Berada di perbatasan, festival budaya ini juga melibatkan penari Likurai dari Timor Leste.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik inisiatif dari pemerintah daerah Belu. Karena menjadikan Festival Likurai sebagai acara lintas batas.

"Kunci untuk menarik negara tetangga terletak pada seni dan budaya, musik dan kuliner. Orang-orang dari Timor Leste dapat mengajukan permohonan visa bebas untuk memasuki Indonesia dan bahkan menggunakan mata uang mereka sendiri untuk berbelanja di sini. Hal lain yang penting adalah bagi pemerintah daerah, gubernur, walikota dan bupati untuk berkomitmen menjaga akses, akomodasi dan ketertarikan di wilayahnya," kata Menpar Arief Yahya, Selasa (2/10).

Festival Likurai adalah pesta tarian perang dari masyarakat pulau Timor, khususnya mereka yang tinggal di Kabupaten Belu. Tarian tersebut menggambarkan pertarungan penduduk setempat untuk mengusir penjajah selama masa penjajahan.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement