BELUM hilang duka gempa bumi di Lombok, kini daerah di Indonesia harus kembali dilanda bencana alam. Kemarin sore gempa dan tsunami mengguncang Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Hingga pukul 10.00 pagi tadi waktu setempat tercatat bencana ini memakan 48 orang korban meninggal dan 356 orang korban luka-luka.
Melihat kondisi ini, tentunya para korban membutuhkan bantuan medis sesegera mungkin. Berdasarkan rilis yang diterima Okezone, Sabtu (29/9/2018), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah mengirimkan bantuan tenaga kesehatan dan obat-obatan. Selain itu, masih ada sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) yang tengah melakukan perjalanan menuju titik bencana.
Rencananya tenaga Kesehatan dari RSUP Kandouw yang berjumlah 9 orang berangkat lewat jalur udara ke Gorontalo pada pukul 16.30 WITA. Setelah itu perjalanan dilanjutkan menuju Palu melalui jalan darat. Ada pula 30 orang Nakes Nusantara Sehat yang akan berangkat ke Sulteng untuk difokuskan dahulu dalam krisis penanggulangan bencana.
(Baca Juga:Mengenang Masjid Terapung Palu yang Rusak Diterjang Tsunami)
Sementara itu, saat ini tim gabungan dari RSUP dr Wahidin Sudirohusodo, Makassar, PSC 119- BSB Intim telah siap berangkat menuju lokasi bencana di Palu. Sama halnya dengan tim dari RS Dr. Tadjuddin Chalid, Makassar. Tim medis akan sedia membantu para korban gempa dan tsumami.

Di sisi lain, dokter yang dibutuhkan dengan segera untuk penangan korban adalah dokter spesialis ortopedi, bedah umum, bedah saraf, anestesi, perawat bedah, dan perawat anestesi. Tim pertama dari RSUP Kandouw dan RSUP dr Wahidin Sudirohusodo sudah siap sedia dan kemudian akan dilanjutkan dengan tim dari RS dr Kariadi, RS Sarjito, RS Hasan Sadikin, dan RS dr Mohammad Hoesin. Sedangkan tim dari Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat subkluster kesehatan reproduksi, gizi, dan kesehatan lingkungan masih menunggu koordinasi untuk memberikan bantuan.