Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pelembap yang Mengandung SPF Ternyata Kurang Optimal Melindungi Wajah, Ini Penjelasan Dokter

Tiara Putri , Jurnalis-Senin, 17 September 2018 |10:17 WIB
Pelembap yang Mengandung SPF Ternyata Kurang Optimal Melindungi Wajah, Ini Penjelasan Dokter
Krim wajah (Foto: Mariefranceasia)
A
A
A

SEKARANG ini semakin banyak ahli yang menyatakan pentingnya penggunaan tabir surya. Biarpun aktivitas hanya sekadar di dalam ruangan, penggunaan tabir surya tetap diperlukan untuk melindungi kulit dari pancaran sinar yang berbahaya. Beruntung sudah banyak masyarakat yang menyadari hal tersebut. Sayang, mereka kurang tepat mengaplikasikannya.

Sejumlah brand kecantikan ada yang mengeluarkan produk ber-SPF seperti pelembap dan BB Cushion. Beberapa orang percaya bila sudah mengenakan produk tersebut tidak perlu menggunakan tabir surya lagi karena dianggap sudah terlindungi. Padahal itu adalah pemahaman yang keliru.

Dijelaskan oleh dokter spesialis kulit dan dan kelamin, dr Kardiana Purnama Dewi Sp.KK, penggunaan seperti itu tidak tepat karena perlindungannya terhadap kulit kurang efektif. Seharusnya penggunaan pelembap maupun BB Cushion dipisah dengan tabir surya. Sebab cara pengaplikasiannya berbeda.

 BACA JUGA:

Setelah Medsos Ramai dengan #CrazyRichSurabayan, Kini Muncul #CrazyRichBekasians, Dijamin Ngakak!

"Enggak efektif kalau dicampur, karena 'kan sunblock harusnya (digunakan) tebal. Sedangkan kalau pelembap (digunakan) tebal, mukanya jadi berminyak banget. Makanya enggak sinkron," jelas dokter yang akrab disapa Dewi itu saat ditemui Okezone dalam sebuah acara di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat belum lama ini.

Namun dokter yang berpraktek di Skin & Aesthetics Clinic, Rumah Sakit Pondok Indah Puri Indah, itu juga menyatakan bila untuk segi kepraktisan penggunaan pelembap yang mengandung SPF masih bisa ditolerir. Tapi tidak sama halnya dengan BB Cushion.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement