Syarifuddin membeberkan, bayi malang itu tumbuh di kalangan keluarga penambang. Lokasi rumah tinggalnya juga tak jauh dari area penambangan.

Jadilah, Bayi S ditengarai kerap terpapar logam dan hasil tambang di dalam perut sang ibu semasa janin. Namun, penyebab jelasnya belum diketahui pasti hingga kini.
Menanggapi kasus itu, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI dr Anung Sugihantono, MKes, mengatakan, laporan kejadian itu belum terdengar langsung olehnya dari Dinas Kesehatan setempat. Karenanya, dia pun enggan banyak berkomentar.
(Baca Juga:Orang dengan Body Bentuk Pir Lebih Sehat dari yang Berbentuk Apel, Ini Penjelasan Ahlinya)