“Kalau HIV penularan dari hubungan badan, tapi kalau MR lebih mudah lagi karena dari udara juga bisa menular,” katanya.
Hingga Juli 2018, lanjutnya, telah terdeteksi 972 kasus campak di Riau. Tiga daerah yang terbanyak memiliki kasus campak antara lain, Kabupaten Siak sektiar 29,2 persen. Kemudian Kota Pekanbaru 26,7 persen dan Dumai 13,1 persen.
Bahkan, pada 2017 Kota Dumai termasuk kategori kejadian luar biasa (KLB) karena kasus campak di daerah itu mencapai 220 kasus. Kemudian Kabupaten Siak juga termasuk daerah KLB karena ada 103 kasus, dan Indragiri Hulu 15 kasus. Sedangkan hingga pertengahan 2018, kasus campak di Siak sudah mencapai 49 kasus, Dumai ada 22 kasus dan Pekanbaru 14 kasus.

Poppi Morina, penggagas Komunitas Anakku Sayang yang beranggotakan orang tua dengan anak yang hidup dengan CRS, mengatakan jumlah anak dengan CRS yang kini terdata merupakan fenomena gunung es. Data yang diungkap ke publik diyakini merupakan hasil dari orang tua yang mau membuka diri.