Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gagal Pakai Metode Time-Out untuk Jinakkan si Kecil, Apa yang Salah?

Agregasi Hellosehat.com , Jurnalis-Rabu, 12 September 2018 |14:23 WIB
   Gagal Pakai Metode <i>Time-Out</i> untuk Jinakkan si Kecil, Apa yang Salah?
Ilustrasi. (Foto: Boldsky)
A
A
A

MENDISIPLINKAN anak tentu tidak mudah bagi sebagian besar orangtua. Bahkan, mencoba cara mendisiplinkan anak dengan metode time-out yang jauh dari “main tangan”. Namun, tetap juga tidak berhasil. Justru, anak malah semakin berulah bukannya jera atas kesalahannya. Kenapa demikian?

Kenapa ortu sering gagal saat pakai metode time out?

Menghukum anak dengan memberikan pukulan, bukanlah cara yang terbaik. Memukul anak dan berteriak kepadanya akan memperkeruh suasana dan akan berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak.

Anak yang sering dihukum dengan pukulan cenderung lebih agresif, memiliki depresi, merasa cemas dan tertekan. Itulah banyak orangtua yang memilih mendisiplinkan anak dengan metode time-out. Sebenarnya, apa itu metode time out?

Baca Juga: Viral Papa Ganteng Mengasuh Bayi Kembar, Lebih Gemas Ayah atau Bayinya?

Time-out adalah cara mendisiplinkan anak dengan waktu bagi anak untuk merenungkan kesalahannya sehingga tidak berbuat hal yang sama di kemudian hari. Contohnya, menyuruh anak untuk berdiam diri di kamar saat ia melakukan kesalahan.

Namun dalam mempraktikkannya, banyak orangtua yang tidak berhasil. Menurut sebuah penelitian dari Oregon Health and Science University di Portland menunjukkan 85 persen orangtua melakukan kesalahan dalam menerapkan metode time out sebagai cara mendisiplinkan anak.

Kesalahan orangtua dalam mendisiplinkan anak dengan metode time-out

Berikut beberapa kesalahan orangtua dalam menerapkan metode time-out untuk mendisiplinkan anak, seperti:

1. Terlalu sering menggunakan metode time-out

Jika Anda menerapkan metode ini tapi tidak berhasil, kemungkinan Anda terlalu sering menggunakan metode ini untuk menghukum anak. Perlu Anda ketahui bahwa metode ini jangan digunakan sesering mungkin karena akan hilang keefektifannya.

Pertimbangkan untuk menggunakan teknik mendisiplinkan anak yang berbeda-beda. Jadikan time-out sebagai pilihan terakhir untuk menghukum anak sekaligus mengatasi kemarahan Anda yang meluap-luap.

Baca Juga: 10 Model Berhijab yang Berhasil Mengguncang Industri Fashion dan Modeling Internasional

 

2. Memberi perhatian saat time-out berlangsung

Saat Anda mendisiplinkan anak dengan metode time-out, wajar jika anak menangis atau merengek untuk dimaafkan. Ini adalah cara anak untuk mendapatkan hati orangtua yang kecewa atau marah padanya. Nah, pada momen ini orangtua sering kali luluh sehingga hukuman jadi tidak efektif.

Seharusnya Anda tidak goyah dengan hal tersebut. Jadi, biarkan anak merenungkan kesalahannya beberapa saat. Supaya memberi penekanan pada anak untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama jika tidak ingin dihukum dengan cara yang sama.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement