Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tren 'Pria Cantik' di Korea Selatan, Bukan Berarti Feminin Loh!

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Kamis, 06 September 2018 |12:21 WIB
Tren 'Pria Cantik' di Korea Selatan, Bukan Berarti Feminin <i>Loh</i>!
Song Jong Ki (Foto: Istimewa)
A
A
A

Namun ini bukan berarti setiap pria yang berjalan-jalan di sekitar kota Seoul memakai riasan tebal pada wajah.Bila kita pergi ke Myeung-dong di Seoul, kita akan melihat para pria lalu lalang memakai alas bedak atau krim BB (pelembab dan alas bedak ringan yang populer di Korea) dan itu adalah pemandangan umum di kawasan yang dipenuhi anak-anak muda nan modis.

Lebih penting lagi, ini memungkinkan interpretasi yang jauh lebih longgar dari apa yang diterima untuk pria ketika menyangkut kecantikan. Dan beberapa pria muda Korea tidak menyesal untuk memperbaiki penampilan mereka.

SUPER HOT! Tren Nempelin Nanas di Payudara Ramaikan Medsos, Jangan Salah Fokus!

Dari pria tangguh ke pemuda cantik

Pada 1980-an dan 90-an, sosok laki-laki yang gagah dan kuat adalah sebuah norma. Para pekerja mengenakan setelan jas dan jam tangan mewah. Di Korea Selatan ada wajib militer dan itu membentuk pandangan umum mengenai penampilan pria.

"Pada tahun 80-an dan 90-an, para pria dalam film Korea sebagian besar digambarkan sebagai orang-orang tangguh di film-film gangster dan detektif, dan para pemuda digambarkan sebagai pemberontak dalam beberapa drama TV," kata Sun Jung, penulis buku berjudul Korean Masculinities and Transcultural Consumption.

Tapi semua itu berubah pada pertengahan 1990-an ketika grup musik Seo Taeji dan The Boys muncul, kata Prof Elfving-Hwang. Mereka menyajikan musik rap, rock dan pengaruh techno serta memasukkan bahasa Inggris ke dalam musik mereka.

Mereka memulai budaya penggemar yang sekarang menjadi kekuatan utama dalam industri musik, katanya. Kemudian muncul perusahaan-perusahaan hiburan besar yang menghasilkan girl bands danboys band K-pop. Pengaruh mereka tidak seperti generasi-generasi sebelumnya.

"Dibandingkan dengan tahun 80-an dan 90-an, sekarang ada lebih banyak maskulinitas lembut - potret anak laki-laki yang cantik dan sosok laki-laki yang lembut - diwakili dalam media, dan konsumen menyambut dan menyerapnya secara luas," kata Dr Sun Jung.

Mereka kemudian dikenal sebagai Khonminam, gabungan kata dari bunga dan seorang pria yang cantik. Ia mengatakan nama itu terinspirasi dari konsep serupa di Jepang, yakni bishonen atau anak laki-laki yang cantik dan Shojo manga,- gadis-gadis komik.

 Intip Tato Atlet Voli Kazakhstan Kristina Karapetyan yang Hampir Menutupi Seluruh Tubuhnya

Tapi bukan feminin.

 Intip Tato Atlet Voli Kazakhstan Kristina Karapetyan yang Hampir Menutupi Seluruh Tubuhnya

"Saya pikir fenomena tersebut sebaiknya dijelaskan melalui gagasan maskulinitas hibrida atau serbaguna - lembut namun jantan pada saat yang sama," kata Dr Jung.Ia mengutip kata-kata Song Joong-ki, bintang drama Korea yang sangat populer "Descendants of the Sun" sebagai perwujudan ini.

Ia mungkin terlihat seperti seorang khonminam, namun ia adalah seorang kapten di pasukan militer dan pria yang tangguh. 

Drama Descendants of the Sun dan drama Korea lainnya telah membantu menyebarkan tampilan Korea Selatan di seluruh Asia dan kini, dunia. Dan itu artinya cara untuk mengubah penampilan adalah sebuah tuntutan.

Tokoh-tokoh idola pria terpampang di papan-papan iklan di Seoul yang menjual produk seperti masker wajah dan pelembab. Berbagai perusahaan aktif mempekerjakan para pria untuk menjual produk kecantikan perempuan.

Para konsumen seperti di Cina, Thailand, dan Singapura juga tidak diabaikan. Para pengunjung membludak saat produk-produk kecantikan diluncurkan.

"Para pria di Cina dan Asia Tenggara cenderung berpikir bahwa pria-pria Korea memilki 'kecantikan' yang khas," kata Lee Gung-min, konsultan perusahaan kecantikan Korea Selatan. "Itu memiliki dampak besar pada konsumen pria di Asia."

Tren kecantikan Korea

Di luar Asia, merek-merek kosmetik Korea mulai terjual laris di AS dan Eropa.

Jaringan supermarket Walmart dan Sephora sekarang menjual produk kosmetik K-beauty (kosmetik Korea) dan para blogger kecantikannya mempromosikan 10-langkah memakai produk K-beauty secara rutin agar kulit bersinar.

Para pengguna produk kecantikan dari Amerika dan Eropa menyesuaikan diri dengan cepat dengan merek-merek yang sebelumnya hanya populer di Asia seperti TonyMoly, Innisfree dan Etude House.

Yang paling menarik, merek-merek kecantikan terkenal membuat versi produk mereka sendiri yang berasal dari Korea Selatan, seperti Clinique, Lancome dan L'oreal yang memperkenalkan bedak padat lengkap dengan sponsnya.

Keinginan untuk memiliki wajah sempurna merupakan faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan permintaan bedah kosmetik di Korea Selatan guna memiliki garis rahang atau hidung yang diinginkan. Tetapi itu juga berasal dari keinginan terdalam tentang cara Anda menampilkan diri kepada orang lain.

Itu adalah sentimen umum di Seoul. Orang-orang di sini benar-benar peduli dengan penampilan mereka baik pria maupun perempuan. Anda tidak bisa menjauh dari toko kosmetik atau dari orang-orang salon kecantikan yang menawarkan masker wajah gratis. Perusahaan-perusahaan tampak memanfaatkan budaya perawatan diri untuk menjual produk-produknya.

Tetapi kini kaum laki-laki terdorong untuk menerima, atau mungkin tertekan, untuk mempercantik diri seperti yang dirasakan para perempuan dari generasi ke generasi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement