MASIH ingat dengan kasus pembunuhan Kim Jong Nam di Bandara Kuala Lumpur beberapa waktu lalu? Para ahli mengklaim bahwa racun yang digunakan untuk membunuh kakak Kim Jong-Un itu adalah racun ikan fugu (tetrodotoxin).
Uniknya, hingga saat ini ikan fugu masih menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Jepang, bahkan paling diburu oleh para pencinta kuliner di seluruh dunia. Memang dibutuhkan teknik khusus untuk mengolah ikan fugu agar aman dikonsumsi. Pemerintah Jepang juga telah mengeluarkan sebuah regulasi bahwa hanya restoran dan chef yang telah tersertifikasi saja yang boleh menyajikan ikan fugu.
Selain ikan fugu, ternyata ada beberapa jenis makanan beracun yang selalu diburu para pencinta kuliner. Berikut Okezone rangkumkan beberapa di antaranya, sebagaimana dilansir Okezone dari berbagai sumber, Rabu (5/8/2018).
(Baca Juga:Viral Foto Makanan Mirip Mr P, Bikin Netizen Gagal Fokus)
Ackee

Ackee merupakan buah asli Jamaika. Buah ini begitu dicintai karena rasanya yang khas. Kendati demikian, jika Anda mengonsumsi buah ini tanpa mengolahnya dengan cara yang tepat, Ackee dapat menyebabkan kejang dan hipoglikemia yang sangat fatal. Hanya bagian daging berwarna kuning saja yang boleh dikonsumsi. Bagian tersebut juga harus dimasak terlebih dahulu agar aman dikonsumsi.
Feseekh

Makanan ini mungkin masih terdengar asing di telinga pencinta kuliner Indonesia. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Okezone, feseekh merupakan makanan khas Mesir yang terbuat dari ikan mullet yang sudah difermentasikan secara tradisional.
Jika tidak diolah dengan benar, feseekh juga bisa menyebabkan kematian. Penduduk Mesir biasanya menyajikan hidangan berusia ribuan tahun ini pada festival Sham el-Nessi. Padahal, Kementerian Kesehatan Mesir secara rutin mengingatkan warganya untuk tidak memakan feseekh karena mengandung racun dan sangat berbahaya bagi kesehatan.
(Baca Juga:Waspada, 5 Makanan Ini Bisa Jadi Racun jika Dipanaskan Kembali!)
Fugu
Selain tuna, salmon, dan gurita, ternyata ada satu jenis ikan laut yang cukup populer di kalangan pencinta kuliner Jepang yakni, ikan fugu. Namun perlu diketahui bahwa ikan ini mengandung tertodotxin dan toksin dengan kadar 1.200 kali lebih mematikan dibandingkan sianida. Bahkan, para chef profesional di Jepang harus mendapatkan sertifikat terlebih dahulu sebelum diizinkan mengolah ikan tersebut.
Pasalnya, sejak tahun 2000 – 2009, setidaknya terdapat 23 kasus kematian yang diakibatkan konsumsi ikan fugu. Kendati demikian, masih banyak orang yang rela merogoh kocek hingga jutaan rupiah untuk mencicipi salah satu makanan paling berbahaya di dunia itu.