Di sisi lain, beberapa madu dan obat-obatan yang tersedia di pasaran dapat membantu meredakan batuk karena adanya beberapa bahan remedial khusus. Madu dan obat batuk mengandung pelargonium, guaifenesin, dan dekstrometorfan yang telah terbukti membantu mengatasi batuk.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bila sebaiknya penggunaan antibiotik dibatasi untuk infeksi yang benar-benar dibutuhkan. Sebab penggunaan antibiotik berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan di masa depan yaitu resistensi antibiotik.
"Resistensi antibiotik adalah masalah besar dan perlu adanya tindakan untuk mengurangi penggunaan antibiotik. Mengambil antibiotik ketika tidak dibutuhkan bisa berisiko terkena infeksi yang tidak dapat dengan mudah diobati,” ungkap seorang ahli lain, Dr Susan Hopkins.
Beberapa waktu lalu sejumlah ahli juga menyoroti masalah ini bahkan sampai ada yang mendesak rekan sejawatnya untuk mengurangi resep antibiotik untuk infeksi yang tidak begitu serius.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.