SAAT sedang enak-enaknya menyantap keripik atau kerupuk pasti Anda kesal ternyata isinya sedikit. Anda mungkin berprasangka buruk atau setidaknya bertanya-tanya ketika melihat kemasan makanan ringan yang menggembung lantaran diisi udara.
Bahkan tebersit praduga dalam pikiran--jangan-jangan agar isi camilan terlihat penuh, padahal kosong. Namun, rupanya ada alasan khusus yang mendasari mayoritas kemasan makanan ringan harus diisi udara, lho.
Nah, hal ini berkaitan dengan istilah snack fill yang umum di industri manufaktur. Istilah ini mengacu pada keberadaan “ruang kosong” yang harus ada pada beragam produk, tidak terkecuali makanan. Pada kemasan camilan, ruang kosong ini ditujukan untuk melindungi isi (makanan) yang ada di dalamnya dari risiko kerusakan. Misalnya, kerusakan akibat benturan atau selama proses perjalanan panjang hingga sampai ke tangan Anda.
Bayangkan, kalau isinya padat dan tidak diisi udara, pastilah makanan ringan seperti keripik akan hancur dan tidak lagi bertekstur renyah saat dimakan. Alhasil, bukan keripik renyah yang akan kita dapatkan, melainkan remah-remah.
(Baca Juga: 5 Wanita Cantik Super Pintar, Ada yang IQ-nya Tembus 200!)
(Baca Juga: Videonya Mendunia, Ini Alasan Imam Salat di Bali Tetap Bertahan Saat Gempa)
(Baca Juga: Foto-Foto Transformasi Nissa Sabyan, Berseragam Pramuka hingga Tampil Kece Badai)
Menjaga Makanan Tetap Awet
Adapun selain melindungi makanan dari kerusakan, pemberian udara dalam kemasan juga bertujuan untuk menjaga makanan tetap awet. Sebagai informasi, udara yang diberikan bukanlah sembarang udara, melainkan gas nitrogen. Jadi, bukan hanya menjaga makanan dari kerusakan--gas nitrogen ini juga dapat menjaga makanan tetap segar dan nikmat.
Sebaliknya, pengisian ruang kosong dengan udara biasa akan membuat makanan di dalam keemasan lembap. Jika dibiarkan, kondisi ini akan merusak makanan. Setidaknya, di tahun 1994, sejumlah peneliti menyimpulkan, bahwa keripik kentang yang ada dalam paparan gas nitrogen cenderung lebih awet dan nikmat. Apalagi, nitrogen adalah gas alami yang tidak berbahaya--terutama jika dijadikan pendamping makanan.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.