Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Artichoke, Makanan Khas Yahudi di Roma yang Tuai Polemik Kehalalan

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Rabu, 01 Agustus 2018 |15:24 WIB
Artichoke, Makanan Khas Yahudi di Roma yang Tuai Polemik Kehalalan
Artichoke. (Foto: BBC)
A
A
A

Profesor ilmu budaya Yahudi di Universitas Ferrara, Piero Stefani, menyebut ketentuan pangan Israel sebenarnya tidak melarang konsumsi sayuran apa pun, termasuk artichoke.

Masalahnya, kata dia, artichoke diduga mengandung cacing atau serangga kecil yang terdaftar sebagai makanan terlarang dalam Taurat.Dan memang itulah yang membuat Rabbi Arazi khawatir, terutama setelah artichoke khas Yahudi yang dijual dalam kemasan kaleng mulai populer di Israel.

"Jantung artichoke penuh cacing dan Anda tidak mempunyai cara untuk membersihkannya," kata Arazi kepada surat kabar, Israel Haaretz.

Arazi berkata, larangan itu tidak boleh dianggap sebagai kebijakan lokal tetapi sebagai penerapan hukum agama Yahudi.

Bagaimanapun, masyarakat Yahudi-Roma tidak menerima pernyataan itu. Ratusan orang membanjiri media sosial dengan pesan solidaritas untuk hidangan berusia ratusan tahun itu.

Muncul tulisan berisi kemarahan hingga puisi cinta dan moto lama yang sempat populer, salah satunya meme Je suis Charlie yang viral tahun 2015 usai serangan terhadap majalah satire Prancis, Charlie Hebdo, diubah menjadi Je suis carciofo.

Banyak orang yang membela artichoke khas Yahudi mendasarkan argumen mereka pada fisiologis tanaman itu: artichoke lokal Roma memiliki struktur yang berbeda dari varietas lain, yang membuat tanaman tersebut bebas cacing.

"Daun artichoke lokal sangat padat. Hal itu membuatnya tidak bisa ditembus serangga," kata Umberto Pavoncello, manajer salah satu restoran halal paling terkenal di Via Portico d'Ottavia.

Selain itu, karena tidak ada rabi di Roma yang pernah mengangkat masalah ini, Pavoncello semakin yakin pada kehalalan dari carciofi lokal.

Simone Somekh, penulis yang menerbitkan artikel yang membela artichoke di majalah online Yahudi, Tablet, mengatakan perselisihan cacing saat ini adalah bagian dari perdebatan yang lebih luas tentang serangga dan sayuran.

"Ada panduan halal yang memberikan petunjuk terperinci tentang cara terbaik membersihkan salad, brokoli atau kembang kol untuk mencegah serangga, tapi terkadang kelompok warga yang paling ortodoks lebih suka suatu makanan dilarang agar aman," ujarnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement