Oleh karena buaya dianggap begitu berjasa bagi kehidupan desa, setiap ada buaya yang mati, mereka akan melakukan upacara pemakaman seperti layaknya manusia, yang jadi sahabat, dan bagian dari hidup mereka. Tidak hanya pemakaman, penduduk desa juga melakukan perayaan untuk menghormati buaya, disebut Koom Lakre. Buaya pun dianggap sebagai simbol petuah, maka tidaklah heran jika penduduk meminta segala keinginan dan harapan mereka, terlebih ketika Koom Lakre diadakan.
Sifat buas buaya yang terkadang menggigit salah seorang penduduk, dianggap oleh penduduk desa sebagai hukuman atas kelakuan mereka yang membuat kecewa leluhur. Hubungan yang terjalin antara manusia dan buaya di Desa Bazoule ini telah menarik wisatawan untuk menyambanginya dan melihat secara langsung kontak antaranya keduanya.
(Renny Sundayani)