Prosesi adat dipimpin langsung tua-tua yakni, Mihel Dam, Mahmud Wailata dan Maja Dam di Warengkris. Dengan memakai bahasa daerah asli warga setempat, mereka meminta agar ada kepedulian dari pemerintah daerah untuk anak-anak Raja Ampat. Serta ada pembenahan terhadap geopark yang sudah di bangun bagi generasi kedepan.

"Prosesi adat merupakan hukum tertinggi yang terbawa sejak dahulu, dan turun-temurun agar terus hidup berdampingan. Oleh karena itu, kita harus jaga dengan baik dan pemerintah sangat konsen untuk menghargai hak-hak ada di Raja Ampat. Kita juga sepakat, Warengkris dijadikan wisata berbasis adat", ungkap Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati.
Ivent festival geopark ini diselenggarakan oleh dinas pariwisata, dan objek wisata Raja Ampat cukup lengkap mulai dari kategori alam budaya dan laut serta beberapa keunikan situs lainnya. Festival geopark 2018 ini juga dimeriahkan dari berbagai kekayaan budaya Papua, tarian adat, suling tambur, pameran seniman.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.