Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Asal Muasal 28 Juli Diperingati sebagai Hari Hepatitis Sedunia

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Jum'at, 27 Juli 2018 |05:13 WIB
Ini Asal Muasal 28 Juli Diperingati sebagai Hari Hepatitis Sedunia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

HEPATITIS adalah penyakit peradangan pada hati yang disebabkan oleh toxin atau racun yang berasal dari zat kimia, obat-obatan, ataupun agen penyebab infeksi seperti virus. Hepatitis bisa diderita oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Itulah sebabnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menetapkan Hari Hepatitis Sedunia setiap tanggal 28 Juli. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, sekaligus menghilangkan virus hepatitis yang ditargetkan pada tahun 2030 mendatang.

Hepatitis bahkan telah dimasukkan dalam peta strategis kesehatan dunia. Menurut data yang dikeluarkan WHO, 194 pemerintah setuju mengadopsi strategi global WHO untuk meminimalisir penyebaran hepatitis, terutama untuk virus hepatitis B dan C yang digolongkan sebagai jenis hepatitis paling berbahaya.

 (Baca Juga:Peneliti Ungkap Menonton Film Horor Sama dengan Berjalan 40 Menit, Ini Faktanya!)

Ketua Umum Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, dr. Irsan Hasan, SpPD-KGEH mengatakan, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap penyakit hepatitis harus segera ditingkatkan, mengingat kasus hepatitis di Tanah Air sangat tinggi.

 

“Sebelum ada peringatan Hari Hepatitis Sedunia, orang tidak peduli dengan penyakit ini. Sementara kasus hepatitis di negara kita itu sangat tinggi. Apalagi 80% kasus hepatitis tidak memiliki gejala sama sekali. Banyak orang yang tidak tahu bahwa mereka telah terpapar hepatitis,” tutur Irsan Hasan, dalam forum diskusi Philips Indonesia, di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (26/7/2018).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes menyebutkan, Hepatitis B memiliki jumlah penderita terbanyak, yaitu sebesar 7,1%, sementara Hepatitis C memiliki jumlah penderita sebesar 1% dari total 250 juta penduduk Indonesia.

 (Baca Juga:Pertama di Dunia, Peneliti Indonesia Temukan Bakal Pengobatan Kanker Hati)

Namun, Wiendra mengaku tidak memiliki data yang pasti mengenai jumlah penderita hepatitis. Ia memperkirakan dari 1% jumlah penderita Hepatitis C saja, terdapat 2,5 juta penderita.

“Sangat sulit untuk mendeteksinya, karena diperkirakan hanya 3.000 orang yang menyadari dan berusaha mendapatkan pengobatan, Bisa dibilang 1 dari 10 orang di Indonesia menderita hepatitis kronis,” tegas Wiendra Waworuntu.

Ia mengatakan, Indonesia memang memiliki beban yang tinggi terhadap penyakit hepatitis, oleh karena itu diluncurkanlah program khusus untuk mengampanyekan penyakit tersebut. Program yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan ini dibagi menjadi dua kategori, promotif seperti sosialisasi, dan preventif dengan cara screening gratis.

(Utami Evi Riyani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement