Semakin sering Anda melarang, maka ia akan semakin tertantang untuk melanggar peraturan itu. Sebaliknya buat ia berpikir untuk enggan berbuat onar dengan mengatakan, jika memukul teman, jangan marah jika ia memukul balik. Anda juga bisa menerapkan sistem penghargaan dan hukuman.
Jika ia tidak berbuat nakal, maka beri ia pujian misalnya. Dan beri hukuman bila ia melakukan kenakalan. Hukuman yang paling baik untuk membuatnya “kapok” adalah melarangnya melakukan semua yang menjadi favoritnya. Misalnya, bila ia memukul teman atau tidak menurut perintah, laranglah kesukaannya menonton kartun atau membeli jajanan favorit.

Kendati anak suka memukul, belum tentu hal itu merupakan gejala hiperaktif. Sebab semua anak balita terlebih laki-laki, selalu aktif karena masih dalam taraf perkembangan. Nah yang dapat Anda lakukan untuk menghentikan kebiasaan ini di antaranya dengan mengamati apakah anak terpapar perilaku kekerasan, misalnya pengaruh televisi, game, CD, atau orang di sekelilingnya yang menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah.
BACA JUGA: