SETIAP pria pasti menginginkan betis yang besar. Betis berukuran besar diyakini dapat membuat mereka terlihat lebih kekar dan maskulin. Alhasil berbagai hal mereka lakukan untuk memperbesar betis sesuai dengan yang mereka inginkan.
Salah satu hal yang paling sering dilakukan yakni dengan berolahraga. Mereka tak segan untuk melakukan workout secara jor-joran untuk mendapatkan betis sesuai yang diharapkan. Hal itu sengaja mereka lakukan meski terlihat sangat menyakitkan dan menyiksa diri.
Baca juga: 6 Orang Ini Punya Bagian Tubuh Tambahan, dari 2 Muka hingga 16 Jari Kaki

Bagi mereka yang terobsesi, tiada satu hari pun mereka lewatkan untuk berlatih betis. Rata-rata dari mereka melakukan latihan dengan gaya CrossFit serta metode tradisional angkat berat dengan cara berjongkok dan deadlift.
Tentunya cara ini sangat menyakitkan, karena otot kaki Anda dipaksa untuk melakukan tugas berat dengan menahan beban secara terus menerus. Selain itu, olahraga ini juga membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Pasalnya, untuk mendapatkan betis sesuai keinginan, membutuhkan waktu yang relatif lama.
Baca juga: Awas Buaya Darat, Ini 9 Tanda Pria Benar-Benar Menyukai Kamu, Ladies!
Meski demikian, masih banyak pria yang memilih menggunakan jalan pintas untuk membesarkan betisnya. Menurut salah satu ahli bedah kosmetik, permintaan terhadap contouring betis telah menjadi tren selama lima tahun terakhir.

Sekira 90 menit, lemak diambil dari pantan dan ditempatkan kembali di dalam subjek otot betis atau implant silicon yang digunakan untuk memperkuat kaki bagian bawah. Proses operasi ini memakan biaya hingga 8 ribu pounds atau setara Rp152 juta.
Operasi ini sangat populer sehingga Dr Gary Ross yang merupakan seorang bedah plastik yang berbasis di Manchester menilai bahwa permintaan masyarakat terhadap operasi ini melampaui pembesaran bokong.
Baca juga: 3 Zodiak yang Bakal Hoki Maksimal Bulan ini, Kamu Termasuk Gak?
“Kami melihat setidaknya 2-3 orang dalam seminggu yang mencari perubahan pada bagian bawah tubuh ini. Lima tahun yang lalu jarang ada orang yang datang untuk melakukan perawatan seperti ini. Bahkan satu orang dalam sebulan pun belum tentu,” terang Gary, sebagaimana dilansir dari Menshealth, Selasa (24/7/2018).
Sebagaimana diketahui, otot betis merupakan salah satu bagian tubuh yang sangat sulit dibentuk saat berada di pusat kebugaran. Namun, keputusan masyarakat yang memilih operasi untuk memperbesar betis, dapat menimbulkan masalah yang lebih besar.
“Lemak diambil melalui sedot lemak pada area panggul sebelum dipindahkan ke betis untuk memperbesar volumenya. Secara kongenital mungkin ada penyebab yang mendasari seperti malformasi rangka dan penyebab yang didapat termasuk trauma,” tegas Gary.
(Fakhri Rezy)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.