KERETA api menjadi salah satu moda transportasi favorit kala harus bepergian ke luar kota. Sambil duduk santai, Anda bisa menikmati pemandangan indah di sekitar rel hingga tempat tujuan. Terkadang kereta api juga melewati jalur-jalur menantang seperti pinggir jurang.
Anda yang pernah naik kereta api ke Bandung dari Jakarta pasti akan disuguhi trek yang menantang, terutama selepas Stasiun Purwakarta hingga Stasiun Padalarang. Belum lagi, hampir sebagian jalur kereta api di selatan Pulau Jawa juga melewati perbukitan dan tanah yang rawan longsor.
Jalur-jalur menantang itu tidak hanya ada di Indonesia saja. Berikut deretan jalur kereta api menantang di dunia yang bisa membuat Anda menahan nafas kala melewatinya, dihimpun dari Times of India, Kamis (12/7/2018).
Tren a Las Nubles, Argentina
Jalur sepanjang 217 kilometer (km) itu menghubungkan Salta di Argentina dengan Polvorillo di Cile. Butuh waktu 27 tahun untuk membangun rute yang mulai beroperasi pada 1948 tersebut. Seluruh jalur kereta tersebut berada di ketinggian 4.200 meter (m) di atas permukaan laut sehingga hampir mirip dengan perjalanan menembus awan. Perjalanan tersebut ditempuh dalam waktu 16 jam dan rangkaian kereta harus melewati 29 jembatan serta 21 terowongan.

Rute Chennai-Rameswaram, India
Rameswaram diketahui merupakan salah destinasi wisata ziarah di India. Rute tersebut dianggap menantang karena harus melalui jembatan yang melintang di atas laut sepanjang 2,3 km. Angin kencang dan ombak menjadi tantangan tersendiri bagi masinis agar kereta api tetap dapat melaju dengan mulus.

Devil’s Nose, Ekuador
Ruas rel sepanjang 12 km yang membentang di Ekuador itu sering dianggap sebagai salah satu jalur kereta api paling impresif di negara yang terletak di bawah garis khatulistiwa tersebut. Salah satu tantangan adalah trek menurun sepanjang 500 m yang hampir tegak membuat Anda terasa sedang naik roller coaster.

White Pass and Yukon Route, Alaska
Rute satu ini sudah beroperasi sejak 1900 setelah melewati 26 bulan pembangunan. Jalur tersebut awalnya digunakan untuk mengangkut emas pada awal abad ke-20. Seiring kejatuhan industri tambang emas, jalur ini sempat ditutup pada 1982 dan baru dibuka pada 1988. Saat ini, rute berjarak 67 km itu melewati lereng yang kasar dan curam yang diapit oleh jurang yang dalam serta aliran sungai yang kuat.
