Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Sembarangan Terapi Sengat Lebah, Bisa Berakibat Fatal Lho

Agregasi Hellosehat.com , Jurnalis-Senin, 25 Juni 2018 |12:43 WIB
Jangan Sembarangan Terapi Sengat Lebah, Bisa Berakibat Fatal <i>Lho</i>
Ilustrasi lebah menyengat (foto: Shutterstock)
A
A
A

Gejala syok anafilaktik yang harus diwaspadai

Gejala syok anafilaktik umumnya termasuk kulit gatal atau bercak gatal; pilek atau bersin-bersin; mulut, lidah, dan bibir bengkak yang bikin sulit bernapas dan sulit menelan; lengan atau kaki bengkak; perut kram atau diare; hingga muntah-muntah. Gejalanya mungkin mulai dalam hitungan detik dan dapat berkembang dengan cepat.

Pada kasus yang sudah parah, syok anafilaktik dapat menyebabkan sesak napas atau suara mengi, tekanan darah merosot amat rendah, nyeri dada, hingga kehilangan kesadaran.

Syok anafilaktik adalah kondisi gawat darurat yang harus mendapatkan pengobatan medis secepat mungkin, maksimal 30-60 menit setelah gejala awal muncul. Umumnya, reaksi anafilaktik bisa cepat tertangani dengan suntikan epinefrin (EpiPen). Jika terlambat atau tidak tertangani dengan baik, syok anafilatik dapat menyebabkan kematian.

Ilustrasi, ShutterstockFoto: Shutterstock

Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Batik Betawi yang Punya Makna Filosofi Mendalam

Karena risiko kesehatannya sangat tinggi, terapi sengat lebah tidak boleh dilakukan sembarangan. Carilah tempat praktik yang bersertifikat dengan tenaga ahli yang profesional di bidangnya. Jangan lupa juga untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum Anda berniat untuk menjalani terapi tersebut.

(Risna Nur Rahayu)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement