KEMAJUAN teknologi jaman sekarang telah membuat segala hal menjadi mudah dan praktis. Mulai dari pekerjaan, jual beli, bahkan percintaan semuanya bisa dilakukan secara online.
Sebagaimana diketahui, beberapa aplikasi kencan online yang bisa diunduh melalui aplikasi berbasis android dan semacamnya, semakin marak dipergunakan. Mereka sengaja memilih cara tersebut untuk mendapatkan jodoh secara cepat dan instan.
Baca juga: Nenek Ini Bocorkan Rahasia Umur Panjang hingga 105 Tahun!
Namun, sebenarnya penggunaan aplikasi kencan online tersebut memilik dampak tersendiri bagi diri Anda. Kencan online bisa menyebabkan depresi yang membuat harga diri penggunanya menjadi rendah.

Menyadur dari Medical Health, Kamis (21/6/2018) Okezone akan membahas mengenai beberapa penyebab depresi dan rendahnya harga diri dalam pemakaian aplikasi kencan online.
1.Penolakan
Meski Anda telah menemukan beberapa calon yang cocok dalam aplikasi kencan online, namun Anda masih memiliki potensi untuk ditolak. Jika calon Anda tidak membalas kode yang diberikan, hal tersebut bisa menjadi pukulan besar terhadap harga diri.
Baca juga: Masih Ingat Bu Dendy? Kali Ini Ada Kucing Viral Disawer Uang
Menurut Prosiding National Academy of Sciences, penolakan memicu bagian otak yang sama untuk memahami rasa sakit fisik. Perasaan ketika ditolak bisa sangat melukai sama seperti luka fisik. Studi tentang aplikasi kencan telah menemukan bahwa harga diri Anda dapat sangat terpukul ketika telah bertukar data online dengan pasangan.
Pengguna bahkan memiliki masalah pada perkembangan tubuh karena kecocokan dengan pasangan online. Pengguna aplikasi yang mengalami kencan buruk atau bertemu dengan seseorang dengan motif tersembunyi mungkin dapat menyusutkan harga diri mereka.

2. Kecanduan
Siapa sih yang tidak merasa sakit ketika ditolak pasangan? Penolakan akan menyebabkan Anda minder dan kehilangan harga diri Anda. Tentunya hal tersebut dapat menciptakan masalah yang lebih besar.
Penelitian telah menemukan situs web dan aplikasi kencan menciptakan kecanduan pada pengguna. Sebuah badan survei telah menemukan bahwa 15 persen pengguna merasa kecanduan menggunakan situs kencan online.
Baca juga: Piala Dunia Jadi Ajang Wanita Rusia Berburu Turis, Jomblo Ikutan Gih
Ada kemungkinan bahwa pengguna yang telah menemukan kecocokan di situs web atau aplikasi kencan dapat terus menggunakan layanan tersebut. Pengguna mungkin bisa sangat kecanduan pada proses yang sulit untuk dihentikan.
3.Kencan sebagai bisnis
Ada penentang kencan online yang mengklaim situs web dan aplikasi membuat kencan dan bisnis di dalamnya. Situs kencan online kurang memperhatikan tentang kesehatan mental para pengguna mereka. Mereka dinilai hanya mementingkan tentang keuntungan finansial. Motivasi ini dilihat sebagai masalah yang berkembang pada aplikasi kencan online.
(Fakhri Rezy)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.