"Di akhir periode puasa, terdapat Istilah “mudik” yaitu kependekan dari "mulih ke udik" yang berarti "pulang ke kampung." Tradisi ini muncul seiring urbanisasi di negara-negara berkembang. Dimana kota-kota besar membutuhkan banyak pekerja dari berbagai daerah," jelas Asep Kambali, Sejarawan Indonesia, dalam pesan singkatnya.
Baca juga: 6 Mahluk Mistis Ini Pernah Hidup di Bumi, Apa Saja?
Lebih lanjut, pria yang selalu ramah tersenyum ini pun menuturkan asal kata dan makna dari mudik itu sendiri. Menurutnya, mudik juha berarti hulu, yang berasal dari bahasa Melayu.

"Mudik juga berarti "hulu” bahasa Melayu, seperti pada istilah "hilir-mudik". Hulu adalah tempat asal kita, tempat dimana kita bermula. Maka, mudik seperti Komunitas Historia Indonesia (KHI), yang mengajarkan pada kita untuk tidak melupakan sejarah. Kok gitu?" imbuhnya.