DALAM beberapa dekade terakhir, seluruh negara di dunia telah menetapkan bahwa isu perubahan iklim maupun pemanasan global sebagai isu penting yang harus segera dituntaskan.
Bagaimana tidak, dampak dari pemanasan global sendiri secara tidak langsung akan merusak ekosistem dan sumber daya alam yang menjadi pondasi utama bagi keberlangsungan hidup manusia.
Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengurangi dampak dari pemanasan global. Salah satunya dengan menghindari konsumsi makanan yang dapat merusak lingkungan. Berikut Okezone rangkumkan 6 makanan yang harus Anda hindari untuk menyelamatkan bumi dari kehancuran, sebagaimana dilansir dari Times of India.
Baca Juga: LDR dengan Iko Uwais saat Hamil, Audy Item Ungkap Perasaannya
Pisang

Pisang merupakan salah tanaman yang hanya bisa dibudidayakan di lingkungan tropis. Cara terbaik untuk menanamnya adalah dengan memangkas habis hutan hujan, sehingga terciptalah lahan yang masih baru dan subur.
Namun ketika hutan hujan ditebang, produksi karbondioksida pun meningkat dan akan mempengaruhi habitat satwa liar, ekosistem, atau dalam bahasa sederhananya akan terjadi kerusakan lingkungan.
Kacang kedelai

Mungkin terdengar sedikit aneh, namun produksi kacang kedelai dianggap sebagai salah satu pemicu rusaknya lingkungan, terutama pada hutan hujan. Menurut laporan para ahli, spesies satwa liar seperti jaguar pun terancam punah.
Baca Juga: Ini Sebab Anda Tak Perlu Minum Teh atau Kopi di Pesawat, Alasannya Bikin Mual!
Salmon

Meningkatnya permintaan terhadap produk sushi secara tidak langsung mempengaruhi keberlangsungan lingkungan. Seperti diketahui untuk menangkap ikan salmon, para nelayan cenderung menggunakan jaring yang dapat merusak ekosistem laut.
Beras

Beras merupakan makanan pokok bagi sejumlah negara di kawasan Asia. Mulai dari India, Jepang, China, hingga Indonesia menjadikan beras atau nasi sebagai makanan sehari-hari mereka. Perlu diketahui, untuk membudidayakan padi, para petani harus menggunakan pasokan air dalam jumlah besae agar sistem irigasi dapat menyuburkan tanaman.
Namun seiring terjadinya perubahan iklim, banyak negara yang akhirnya mengalami kekeringan. Ini bukti bahwa tanaman tersebut menjadi salah satu penyebab kerusakan lingkungan.
Kopi

Secara tradisional, kopi sebetulnya diproduksi dengan teknik yang ramah lingkungan tanpa menggunakan zat-zat kimia. Namun karena meningkatnya permintaan pasar, sejumlah produsen kini mulai menggunakan zat kimia seperti pestisida yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan.
Alpukat

Berkat kandungan nutrisinya, alpukat kini menjadi incaran para pelaku hidup sehat karena khasiatnya yang baik untuk tubuh. Buah ini bahkan sudah menjadi gaya hidup bagi para kaum urban di berbagai negara. Namun sayangnya, untuk memproduksi alpukat dibutuhkan pasokan air sekira 74 galon per pound dan itu merupakan jumlah yang sangat banyak.
(Martin Bagya Kertiyasa)