
Per tahun 2017 saja, diperkirakan laut sekarang telah mengandung sekitar 51 triliun partikel mikroplastik, yang mana 500 kali lebih banyak daripada bintang-bintang di galaksi kita ini. Mirisnya, limbah plastik ini pun ditemukan sebanyak 300 miliar kepingan di Arktik yang sebelumnya merupakan pulau murni dan terpencil di Pasifik, dan ditemukan pula di Pulau Henderson yang adalah pulau tidak berpenghuni dan diyakini memiliki konsentrasi tertinggi polusi plastik di dunia.
Lalu apakah kondisi sudah parahnya limbah plastik ini jadi situasi yang membahayakan? Jawabannya, jelas membahayakan. Beberapa plastik beracun yang dapat mengganggu hormon penting untuk kesehatan, dan plastik sendiri bertindak seperti magnet untuk berbagai racun dan polutan lain yang manusia tumpahkan ke alam.
(Baca Juga:Benarkah Toilet Duduk Bisa Tularkan Penyakit Kelamin?)
Untuk kehidupan biota laut contohnya, bagi hewan seperti penyu, kantong plastik di air dapat terlihat seperti ubur-ubur, bagi burung camar mereka bisa salah mengira bahwa sampah plastik yang mengambang di permukaan dapat terlihat sebagai camilan lezat ketimbang plankton yang semestinya memang dimakan.