SARA Netanyahu merupakan sosok yang cukup terkenal di Israel. Ia adalah istri dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Di balik kesuksesan suaminya menjadi orang nomor dua di Israel, Sara nyatanya memiliki banyak kelakuan yang tidak patut di contoh.
Menjadi seorang First Lady Israel, membuat kehidupan Sara Netanyahu penuh dengan sifat keangkuhan. Tak jarang ia melakukan tindakan kasar dan semena-mena terhadap bawahannya memanfaatkan statusnya sebagai istri pemimpin negara.
Baca juga: Sepatumu Cerminkan Kepribadianmu, Pilih yang Nyaman dan Stylish
Alhasil, kelakuan Sara ini mengundang perhatian banyak media. Pasalnya, Sara kerap lebay dan membesar-besarkan masalah sepele. Salah satu tindakan terkenal yang dilakukan Sara adalah melemparkan sepasang sepatu kepada asistennya.
(Ilustrasi: Reuters)
Sebagaimana diketahui Sara memiliki banyak koleksi barang mewah di rumahnya. Pada saat itu, ia meminta asistennya untuk menyemir sepatu agar tampak lebih mengilap. Namun, Sara yang kurang puas dengan hasil pekerjaan asistennya itu langsung melemparkan sepatunya tersebut.
Tak hanya kejadian lempar sepatu yang dilakukan Sara. Pada Januari 2010, Yediot Ahronot melaporkan bahwa pembantu keluarga Netanyahu telah menggugat Sara ke Pengadilan Buruh Israel karena menahan upahnya. Kondisi kerja yang tidak adil serta pelecehan verbal yang kerap dilakukan Sara menjadi faktor utamanya.
Keluarga Netanyahu juga digugat pada Maret 2014 oleh mantan bodyguardnya atas tuduhan berbuat kasar. Selang dua tahun kemudian, Sara kembali berurusan dengan hukum. Seorang hakim di Pengadilan Buruh Yerusalem, memutuskan untuk membela Meni Naftali yang merupakan mantan penjaga rumah keluarga Netanyahu. Ia mengklaim bahwa ia telah menciptakan lingkungan kerja yang tidak kondusif.
Baca juga: Viral Ikan Zombie yang Melompat saat Disajikan, Ini Penjelasan Profesor Kimia
Meski beberapa kali bermasah dengan hukum, namun Sara tak kunjung jera dengan perilaku negatifnya. Pada 8 September 2017, Jaksa Agung, Avichai Mandelblit mengumumkan pengajuan dakwaan untuk melawan Sara Netanyahu dalam kasus tempat tinggal perdana menteri.
Sara dituduh melakukan kecurangan dengan menerima sekira USD100.000 atau setara Rp1,3 miliar atas bagiannya dalam memesan makanan dengan biaya negara tanpa otorisasi. 17 Januari 2017, sidang pra-dakwaan diadakan. Pengacara Sara bertemu dengan Mandelblit, pasalnya Sara tidak bisa datang karena berbagai alasan.
(Fakhri Rezy)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.