Melintang di atas akar seribu adalah jembatan kuno mirip rel kereta api. Jembatan ini hanya bisa dilintasi lima orang di waktu bersamaan. Konon, sejarah jembatan tersebut masih terkait dengan pabrik kopi di Desa Socokangsi, berpuluh dekade silam.
“Jembatan ini dulu memanjang sampai pipa belanda alias cerobong asap yang lokasinya sepelembaran batu dari green canyon,” ungkap Andi.
Bagian terakhir adalah gua kuno yang konon merupakan tempat persembunyian di masa kolonial. Gua ini dapat dimasuki dengan cara merangkak lantaran pintu masuknya hanya setinggi 50 sentimeter.
Baca Juga: Mengenal Gabriella Windsor, Sepupu Pangeran William yang Lekat dengan Kontroversi
“Sebenarnya masih ada satu objek lain, yakni Makam Kusumo Dirjo alias Eyang Buto Ijo bagi pengunjung yang ingin berwisata religi,” kata Andi.
Kusumo Dirjo adalah salah satu panglima perang Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di zamannya.
Berminat menikmati Green Canyon Socokangsi? Dari mana saja arahkan kendaraan menuju Jalan Raya Jatinom kemudian menuju lapangan Desa Socokangsi. Dari situ ikuti jalan desa ke arah utara sampai jembatan perbatasan Desa Socokangsi dan Desa Kayumas. Dari situ, papan petunjuk sudah jelas terlihat.
(Risna Nur Rahayu)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.