Meski begitu, ia masih mampu menempuh pendidikan seni di College of Art di New Delhi. Karena berasal dari kasta terendah, Mahanandia sering mengalami diskriminasi. Ia bersepeda melintasi Afghanistan, Iran, Turki, Bulgaria, Yugoslavia, Jerman, Austria, dan Denmark, hanya demi Charlotte seorang. Sebab, pujaan hatinya itu sudah pulang ke asalnya di Gothenburg, Swedia.
Sebelum berjumpa kembali, keduanya terpisah selama tiga tahun. Charlotte sebenarnya menawarkan tiket pesawat untuk Mahanandia. Tetapi, pria itu menolak karena ingin berjuang sendiri. Ia malah membeli sepeda dari hasil menjual hartanya.
(Baca Juga: 4 Cara Ampuh Bikin Kebiasaan Minum Kopi Jadi Lebih Sehat)
"Dunia dan kemanusiaan hanya bisa bertahan lewat cinta. Kami sangat berterima kasih kepada tim penerbit One World," ujar Von Schedvin, mengutip dari Metro, Kamis (3/5/2018).
Ia yakin buku tersebut sukses di pasaran karena dua hal, pertama tentu saja cinta dan kedua karena latar belakang pasangan tersebut yang begitu beragam.