"Musik yang jadi pengiring Tari Cakalele Tabaru terdiri dari lianga atau gong, tifa atau gamunu, baboka, cara mainnya yang dipukul atau ceng-ceng, juga ada gong besar yang disebut lianga amoko," jelas Arianto, Camat Tabaru.
Sabeba atau celana para penari terbuat dari kulit kayu enau dan tali ganemo. Sedangkan aksesori kepala para penarinya menggunakan ngara-ngara.
"Ngara-ngara ini cuma dipakai orang Tabaru ke tempat sesembahan. Untuk menghormati leluhur mereka mengenakan ngara-ngara yang berasal dari bunga-bunga, sudah menjadi kebiasaan yang turun-temurun," sambung Arianto.
Satu hal yang unik lagi, para penari pun mengenakan sandal yang terbuat dari pohon enau, talinya ganemo. Meskipun dipakai untuk berburu dan di medan berduri, mengenakan sandal yang terbuat dari pelepah kayu, kulit telapak kaki tetap terjaga, duri tidak akan tembus menancap, dan tidak licin.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.