Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Arkeolog Temukan Bawang Merah Berumur 1.500 Tahun di Swedia

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Senin, 30 April 2018 |07:52 WIB
Arkeolog Temukan Bawang Merah Berumur 1.500 Tahun di Swedia
Bawang Raksasa Ditemukan di Swedia (Foto: Thedailymeal)
A
A
A

SEJUMLAH arkeolog asal Swedia berhasil menemukan bongkahan emas dan perhiasan di sebuah benteng bernama Sandby Borg, Pulau Oland, Swedia. Namun salah satu penemuan terbaru mereka yang paling menarik adalah ditemukannya sebuah benda menyerupai bawang, yang dipercaya telah berusia ribuan tahun.

Berdasarkan laporan The Local, bawang ini disinyalir berusia sekitar 1.500 tahun, dan pada awalnya sulit dikenali karena ditemukan dalam kondisi terbakar. Para arkeolog mendapati bawang tersebut di dekat perapian ketika sedang melakukan penggalian di sebuah rumah.

Pada awalnya mereka berpikir bahwa benda tersebut merupakan potongan kacang berukuran besar. Namun ketika dilakukan uji lab, mereka terkejut ketika mengetahui benda itu adalah bawang bakar.

Penemuan ini sekaligus menjadikannya sebagai bawang tertua yang pernah ditemukan di kawasan Skandinavia. Kendati demikian, para arkeolog tidak mengetahui apa yang membuat bawang itu terbakar begitu parah. Banyak yang berasumsi bahwa bawang tersebut terbakar saat sedang dimasak, dan ada pula yang mengatakan ia terbakar bersama dengan rumah penduduk.

Menurut Helena Victor selaku pemimpin penelitian, bawang adalah penemuan yang sangat menarik. Secara tidak langsung, hal ini membuktikan bahwa penduduk Skandinavia telah melakukan kegiatan perdagangan dengan Roma Kuno. Jadi tidak hanya benda-benda berharga seperti emas dan perhiasan saja, tetapi juga bahan makanan.

"Apakah ini artinya orang-orang di Oland mengimpor makanan juga?," tutur Helena Victor pemimpin penelitian kepada The Local.

Ia menambahkan, "Orang-orang Skandinavia tidak pernah menggunakan bawang pada saat memasak, tetapi mereka menggunakannya pada masa Kekaisaran Romawi. Saya rasa bawang ini diimpor dari suatu tempat. Mereka mungkin melihatnya sebagai bumbu tambahan yang unik,".

Perlu diketahui, para penilti sebetulnya telah menjuluki Sandby Borg dengan sebutan "Pompeii Swedia" karena di tempat ini lah terjadi pembantaian brutal dan misterius, pada abad ke-5. Mayat-mayat korban dibiarkan berserakan di halaman rumah, dan di sekitar jalan tempat mereka meregang nyawa. Demikian dilansir dari The Daily Meal, Senin (30/4/2018).

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement