JAKARTA - Kulit berjerawat umum terjadi pada siapa saja dan bisa disebabkan oleh berbagai hal. Namun tahukah Anda jika kebiasaan minum alkohol ternyata bisa menjadi salah satu penyebabnya? Entah itu memicu munculnya jerawat atau memperburuk kondisi jerawat. Benarkah demikian? Yuk, cari tahu jawabannya dalam ulasan yang dilansir dari hellosehat.com berikut ini.
Kebiasaan minum alkohol mungkin saja membuat kulit berjerawat
Timbulnya jerawat bisa disebabkan oleh adanya bakteri atau kotoran yang menyumbat pori-pori kulit. Tak hanya itu, memiliki gaya hidup tertentu juga bisa menyebabkan Anda lebih rentan dengan kondisi ini, contohnya kebiasaan minum alkohol.
Dilansir dari Health Line, hingga saat ini penelitian belum menemukan secara pasti hubungan antara alkohol dengan bakteri penyebab jerawat. Namun alkohol secara tidak langsung memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan hormon yang berkaitan dengan timbulnya jerawat.
Berikut hal yang menyebabkan mengapa alkohol bikin kulit berjerawat, seperti:
1. Alkohol memengaruhi sistem kekebalan tubuh
Sistem kekebalan tubuh menjaga Anda dari infeksi bakteri atau virus berbahaya. Sebagai pelindung utama, terdapat sitokin yaitu protein yang dihasilkan oleh sel pelindung yang membuat Anda tetap terjaga dari penyakit atau peradangan.
Mengonsumsi alkohol dapat mengurangi atau bahkan menghancurkan sel pelindung dalam tubuh. Hal tersebut bisa membuat sistem kekebalan tubuh melemah dan membuat Anda rentan terkena infeksi.
Melemahnya sistem kekebalan tubuh bisa mempermudah perkembangan bakteri Propionibacterium acnes (P.acnes) pada pori-pori kulit sehingga menyebabkan jerawat.
2. Alkohol memengaruhi hormon
Selain itu, alkohol juga bisa memengaruhi kadar testosteron dan estrogen pada tubuh sehingga menjadi tidak seimbang. Sebuah studi menunjukkan bahwa alkohol meningkatkan kadar estradiol, yaitu salah satu bentuk hormon estrogen yang merangsang produksi kelenjar minyak.
Meningkatnya produksi sebum dari kelenjar minyak lebih dari kebutuhan, bisa menyumbat pori-pori. Penyumbatan sebum pada pori-pori merupakan salah satu penyebab timbulnya jerawat.
3. Alkohol memicu peradangan
Ada banyak bentuk jerawat akibat peradangan, seperti papula (bintik kecil keras pada kulit), pustula (gelembung kulit yang berisi nanah), atau nodula (jerawat besar dan memerah). Kebanyakan kondisi tersebut disebabkan karena adanya peningkatan hormon atau makanan dan minum yang mengandung kadar gula tinggi, seperti alkohol.
4. Alkohol menyebabkan kulit kering
Kulit yang sehat adalah kulit yang terhidrasi dengan baik sehingga jumlah minyak alami tetap seimbang, tidak ada sel kulit mati dan juga racun. Nah, sementara itu kebiasaan mengonsumsi alkohol justru bisa menyebabkan dehidrasi karena produksi urin yang meningkat.
Tentu ini akan berefek pada kelembapan kulit, akibatnya kulit akan menjadi kering. Kondisi tersebut memicu tubuh untuk memproduksi minyak lebih banyak dan meningkatkan risiko kulit Anda berjerawat.
5. Alkohol dan stres
Alkohol bersifat depresan, yaitu bekerja untuk mengendurkan atau mengurangi aktivitas susunan saraf pusat. Dari segi kesehatan kulit, alkohol memengaruhi cara oksigen dan nutrisi lainnya yang bergerak melalui kulit.
Kondisi tersebut bisa memicu stres oksidasi, di mana jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi batas normal sehingga menimbulkan kerusakan pada tubuh.
6. Alkohol mengganggu fungsi hati
Organ hati berperan penting untuk menghilangkan racun berbahaya dari tubuh, mengatur jumlah hormon, dan membantu menjaga kadar gula darah. Alkohol bersifat hepatotoksik, yaitu memberikan efek samping kerusakan pada sel-sel atau jaringan hati dan sekitarnya.
Jika hati tidak berfungsi dengan baik, racun tubuh akan menumpuk pada seluruh bagian, termasuk kulit. Hal ini yang kemudian dapat membuat kulit Anda berjerawat.
(Risna Nur Rahayu)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.