ARSITEKTUR atau suasana dari sebuah tempat, bisa menjadi sangat mengena di hati dan menjadi sumber inspirasi untuk melahirkan sebuah karya.
Seperti halnya Shafira, sebagai salah satu lini busana Muslim terkenal di Tanah Air yang sudah berkecimpung di ranah industri fesyen Indonesia semenjak 29 tahun yang lalu. Di mana dalam koleksi gelaran 29 tahun, pada 2018 ini memilih untuk mengangkat pesona jalan Braga, Bandung yang juga dikenal sebagai kota seni sebagai inspirasi utama.
Di gelaran Indonesia Fashion Week 2018 hari ketiga, Jumat 30 Maret 2018, Shafira yang digaungi oleh Feny Mustafa menampilkan sekiranya 60 buah koleksi busana Muslim bergaya high-end yang dibagi dalam empat sequence tema, yang dihadirkan dalam sebuah fashion show dengan setelan lorong waktu nuansa Braga tahun 1920-1930’an hingga pesona Braga modern di masa sekarang.
Empat sequence tema tersebut ialah, Braga Silam dengan nuansa era tahun 1920’an sebagai sequence pertama bermaterial bahan seperti wool dan katun dengan permainan warna netral serta motif stripes. Lalu Braga Kini tema floral pastel sebagai sequence kedua yang menampilkan permainan detail aplikasi bunga-bunga kecil diberi kristal di atas material bahan kain sifon yang flowly dan lembut.
Kemudian dilanjutkan dengan tema keromantisan Braga di malam hari sebagai sequence ketiga dengan judul Gumeulis Braga, yang diwujudkan dengan menggunakan material kain. Salah satunya kain sutra ATBM (alat tenun bukan mesin) khas dari Garut, dan Bagja Braga dengan koleksi rancangan bertema formal bermain aplikasi detail kristal dan material bahan kain tenun Garut yang dikombinasikan dengan material bahan yang lebih modern.
Untuk permainan warna, ke-60 koleksi yang ditampilkan ini muncul dengan berbagai tampilan warna. Dari mulai warna netral seperti cokelat tanah untuk koleksi sequence Braga Silam yang klasik, lalu warna-warna pastel cerah seperti biru langit, pink senja, hijau toska, dan white creme untuk sequence Braga Kini dan Gumeulis Braga, serta dominasi warna hijau emerald di koleksi Bagja Braga yang bergaya potongan lebih formal.
Sementara itu, penggunaan material bahan kain sutra ATBM khas Garut sendiri dipilih Shafira untuk menjadi salah satu bahan kain utama dalam koleksi Ngabaraga ini ialah karena kain sutra tersebut disebutkan hadir dengan keunggulan yaitu memakai 100 persen ulat sutra. Dengan kata lain, tidak ada campuran bahan sintetis, sehingga hasil akhirnya pun lebih maksimal seperti ketika disetrika tidak menjadi berkerut, dan desainnya pun bisa dibuat lebih modern karena tidak menuntut motif-motif tertentu saja.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.