Syahrini menjadi salah satu orang Indonesia yang pernah mengunjungi karya dari Peter Eisenman tersebut. Tapi, sayangnya ia dianggap tidak mengindahkan norma dan peraturan yang ada di Berlin Holocaust Memorial, maka beberapa waktu lalu aksinya itu jadi perbincangan hingga disoroti media lokal Jerman.
Padahal, masih dari sumber yang sama, Berlin Holocaust Memorial memiliki pusat informasi yang berada di bawah tanah. Dalam ruang seluas 800 meter persegi tersebut, Anda akan menemukan informasi tentang korban, biografi singkat korban, foto-foto sejarah, dan cuplikan film yang menceritakan penganiayaan dan pemusnahan.
BACA JUGA:
Sementara peraturan yang harus dilakukan oleh pengunjung sesuai dengan yang tertulis dalam laman Stiftung Denkmal, sebagai berikut:
1. Masuk ke pusat informasi diizinkan setelah melewati pos pemeriksaan keamaan. Benda-benda yang dianggap berbahaya oleh petugas akan disimpan selama kunjungan dan dikembalikan saat pengunjung hendak meninggalkan lokasi