HYPOALBUMINEMIA adalah tanda medis ketika kadar albumin dalam darah seseorang menjadi rendah di bawah normal. Albumin adalah jenis protein dengan jumlah terbanyak di dalam tubuh yang membentuk plasma darah yang diproduksi organ hati.
Melansir Medicalnewstoday, Jumat (9/3/2018) sebagai protein utama dalam darah, albumin berperan dalam banyak fungsi termasuk mempertahankan tekanan pada pembuluh darah dan mengangkut zat, seperti hormon dan obat-obatan.
Berbagai masalah kesehatan juga dapat menyebabkan hypoalbuminemia di antaranya:
Gagal hati
Hati berfungsi memproduksi albumin, jadi tes albumin sering merupakan bagian dari pemeriksaan fungsi hati.
Gagal jantung
Beberapa orang dengan gagal jantung akut mengembangkan kadar albumin rendah, meski alasan fenomena ini tidak dipahami dengan baik.
(Baca Juga: Dokter Muda di Aceh Terjangkit Virus Difteri)
Kerusakan ginjal
Masalah ginjal juga dapat menyebabkan sejumlah besar protein keluar melalui urin. Ini dapat membawa albumin dari darah, menyebabkan hypoalbuminemia.
Protein kehilangan enteropati
Beberapa kondisi perut dan gastrointestinal, termasuk penyakit celiac dan radang usus, dapat menyebabkan sistem pencernaan kehilangan banyak protein. Hal ini menyebabkan protein kehilangan enteropati yang dapat menyebabkan kadar albumin rendah.
Untuk pengobatan penyakit ini memerlukan obat untuk meningkatkan kadar albumin termasuk yang diberikan melalui jarum intravena. Selain itu berbagai pengobatan juga dapat dilakukan meliputi obat tekanan darah untuk penderita penyakit ginjal atau gagal ginjal; perubahan gaya hidup, terutama menghindari alkohol pada penderita penyakit hati; dan obat antibiotik jika penderita mengalami luka bakar parah.
(Baca Juga: Biar Sehat dan Bugar, 5 Makanan Ini Wajib Ada dalam Diet Harian Wanita)
Sedangkan gejala dari hypoalbuminemia adalah retensi cairan yang menyebabkan pembengkakan, terutama pada kaki atau tangan; kulit atau mata kuning; kelelahan; detak jantung cepat; muntah, diare dan mual; perubahan selera; rambut menipis; dan kulit sangat kering atau gatal.
Agar albumin tinggi konsumsi makanan seperti daging sapi, susu, keju, telur, ikan dan yogurt. Sebagai informasi tambahan Hypoalbuminemia dapat memperburuk efek penyakit lainnya. Sebuah studi tahun 2015 menemukan bahwa orang dengan penyakit paru obstruktif kronik (COPD) dan hypoalbuminemia lebih mungkin mengalami kegagalan pernafasan dan komplikasi lainnya seperti penumpukan cairan di sekitar paru-paru dan perut, pneumonia dan kerusakan otot.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.