Lebih lanjut, Diki mengungkapkan, jaket kulit yang asli bobotnya berat karena memiliki ketebalan 0,5-0,7 inci. "Angkat saja, kalau berat berarti kulitnya asli. Kalau ringan berarti kulit sintesis," bebernya.
Selain itu, untuk membedakan jaket kulit yang asli dan palu juga bisa dideteksi lewat aroma. "Yang terbuat dari kulit asli aromanya tercium seperti bau kulit. Pokoknya ada aroma yang khas. Lain halnya bila kulit palsu, tidak ada aroma apa pun," ucap Diki.
Diki mengaku semua jaket kulit yang dijual di tokonya dan sebagian besar di pasar Sukaregang, terbuat dari kulit domba Parahyangan. Pembeli tidak perlu ragu dengan keaslian, sebab di dekat pasar terdapat lokasi pembuatan langsung.
"Jangan tertipu, di sekitar pinggir jalan dekat-dekat pasar banyak yang menjual jaket kulit. Itu rata-rata palsu. Bisa dibedakan, mereka biasanya menjual dengan harga jauh lebih murah. Sekitar ratusan ribu rupiah, kalau kulit asli enggak dapat segitu, harganya di atas satu juta," tukasnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.