Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Baik Sih Jadi Orang Baik tapi Jangan Terlalu Polos, Ini Bahayanya

Agregasi Hellosehat.com , Jurnalis-Senin, 05 Februari 2018 |09:53 WIB
Baik <i>Sih</i> Jadi Orang Baik tapi Jangan Terlalu Polos, Ini Bahayanya
Ilustrasi pertemanan (foto: Huffingtonpost)
A
A
A

Namun menjadi orang naif yang terlalu polos, apa-apa serba nrimo dan pasrah saja, membuat orang lain memandang Anda sebelah mata. Anda akan dinilai sebagai orang yang sangat membosankan dan mudah ditebak.

2. Anda mudah disepelekan

Jadi orang yang baik bukan berarti kepribadian Anda lemah. Orang baik bisa saja tetap bersikap tegas dan berpendirian teguh. Seseorang akan lebih cenderung dihargai jika ia bisa bersikap tegas dan menjadi dirinya sendiri.

Namun, orang naif yang terlalu polos biasanya tidak pernah bisa menolak permintaan orang lain; tidak bisa marah untuk mengekspresikan diri; tidak tega untuk blak-blakan (mengeluarkan uneg-uneg); selalu mengalah demi orang lain; dan selalu mementingkan kebutuhan orang lain daripada diri Anda sendiri.

Karakteristik ini seringnya dianggap lemah, sehingga membuka kesempatan bagi orang lain untuk menyepelekan dan memanfaatkan kebaikan Anda demi keuntungan pribadinya. Pasalnya, orang lain akan lebih mudah menebak reaksi Anda jika diminta pertolongan atau ketika meminta sesuatu dari Anda.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement