PENYAKIT difteri dapat menyebar karena menular. Karenanya, masyarakat diminta untuk menjaga kebersihan lingkungan agar tidak kumuh.
Selain menggunakan masker saat berada di ruang publik, kebersihan rumah harus dijaga. Penyakit datangnya ada di lingkungan yang kotor dan kumuh.
Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek mengatakan, penyakit mudah menular ke orang apabila lingkungannya kotor. Maka salah satu pencegahannya yakni menjaga kebersihan.
"Jaga kebersihan, penyakit selalu di hilir. Kalau lingkungan tidak baik dan kumuh penyakit akan datang," ujar Menkes Nila saat ditemui di Jakarta Utara, Senin (11/12/2017).
Masyarakat juga disarankan agar disiplin dalam menjaga kesehatan. Dengan menjaga pola makan yang sehat dijamin jauh dari penyakit.
Menkes Nila mengajak masyarakat agar tetap disiplin jaga pola makan. Juga, jauhi kebiasaan buruk seperti merokok.
"Mari kita mulai disiplin, makan sehat seimbang dan jauhi merokok," imbuhnya.
Sementara itu, penyakit difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diphteriae yang dapat menyebabkan kematian, terutama pada anak-anak.
Difteri memiliki masa inkubasi dua hari hingga lima hari dan akan menular selama 2 minggu hingga 4 minggu. Penyakit itu sangat menular dan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani secara cepat.
Jakarta suspect KLB difteri
Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta tergolong kawasan suspect Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri. Bahkan, telah terjadi peningkatan kasus difteri di Jakarta sejak 2014-2017, bahkan hingga menimbulkan kematian pasien karena dampaknya fatal. Ada peningkatan dari 4 kasus di 2014 menjadi 9 kasus pada 2015. Lalu, ada 17 kasus di 2016 dan 25 kasus 2017.
"Per hari ini ada 25 kasus dan kematian dua orang karena fatal," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di SMA 33 Jakarta, Jakarta Barat, Senin (11/12/2017).
Anies menjelaskan, tren penularan difteri di wilayahnya terjadi di daerah daratan. Inilah yang harus menjadi perhatian masyarakat karena penyakit ini gampang menular.
Beruntung di wilayah kepulauan belum terjadi kasus difteri ini. Kendati demikian, pemerintah tetap melindungi masyarakat di sana agar penyakit ini tidak menyebar. "Dari temuan difteri ditemukan di daratan Jakarta, kepulauan tidak ada dan mudah-mudahan tak muncul nanti," bebernya.
Baca Juga:
Dalam pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) di DKI Jakarta ditargetkan sekira 1,2 juta anak yang diberikan imunisasi. Vaksinnya diberikan gratis dan terdapat di beberapa fasilitas kesehatan.
Bahkan, Anies akan memfasilitasi ORI di beberapa mal untuk memudahkan masyarakat. Pemerintah benar-benar cepat tanggap demi melindungi masyarakat dari meluasnya wabah difteri.
"Vaksin kita berikan cuma-cuma kepada masyarakat dan bisa didapatkan di puskesmas, rumah sakit dan nanti ada di mal kita siapkan," katanya.
Penyakit itu sangat menular dan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani secara cepat.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.