Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gelar Imunisasi Difteri, Menkes Nila Tegaskan Jangan Ada Vaksin Palsu Beredar!

Dewi Kania , Jurnalis-Senin, 11 Desember 2017 |09:16 WIB
Gelar Imunisasi Difteri, Menkes Nila Tegaskan Jangan Ada Vaksin Palsu Beredar!
Menkes Nila Moeloek (Foto: @KemenkesRI/Twitter)
A
A
A

OOUTBREAK Respond Immunization (ORI) untuk mencegah difteri hari ini dimulai. Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek menegaskan dalam pelaksanaannya tidak ada vaksin palsu yang beredar.

Mulai 11 Desember 2017, anak-anak yang tinggal di wilayah KLB, seperti DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat mulai berikan imunisasi DPT-HiB-TD. Pemerintah sudah menyiapkan berupa logistik vaksin buatan lokal.

Menkes Nila menegaskan, dalam pelaksanaan ORI difteri jangan ada vaksin palsu beredar. Hal ini tentunya merugikan dan tidak ada gunanya.

"Jangan ada vaksin-vaksin palsu lagi dalam hal ini. Memang ini peluang bagi orang kreatif, tapi saya kira tidak baik," ujarnya saat ditemui di SMA 33 Jakarta, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (11/12/2017).

Vaksin yang disiapkan oleh pemerintah tersebut diproduksi oleh PT Biofarma. Masyarakat harus jeli agar tidak tertipu oleh beberapa oknum dari kalangan tenaga medis.

Masyarakat diimbau untuk mendapatkan vaksin di beberapa pusat pelayanan kesehatan. Seperti puskesmas dan rumah sakit di dekat tempat tinggal.

"Vaksin bisa didapatkan di puskesmas, kita sudah siapkan. Kalau ingin dapat vaksin impor boleh saja bagi yang mampu, tapi harap diteliti baik-baik," imbuhnya.

Sementara itu, pada hari ini Menkes Nila bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi pelaksanaan ORI difteri yang pertama di SMA 33 Jakarta. Pemerintah pusat mengapresiasi pemerintah DKI Jakarta, karena turut mencegah penyebaran penyakit difteri yang menular.

"Saya apresiasi kepada DKI Jakarta yang menjadi jendela bagi provinsi lain. Beberapa daerah lain juga lakukan ORI dan saya minta kabupaten lain melaksanakan," bebernya.

Baca Juga:

Dengan pelaksanaan ORI, anak-anak Indonesia usia 1-<19 tahun bisa terhindar dari difteri. Penyakit ini sangat menular cepat dari paparan bakteri Corynebacterium yang ditularkan lewat droplet.

"Jadikan anak-anak yang sehat, berprestasi dan kuat. Kita harus lindungi mereka dengan imunisasi," pungkasnya.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement