Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pakai Masker dan Rajin Cuci Tangan, 2 Langkah Penting Cegah Difteri

Dewi Kania , Jurnalis-Rabu, 06 Desember 2017 |17:45 WIB
Pakai Masker dan Rajin Cuci Tangan, 2 Langkah Penting Cegah Difteri
Ilustrasi (Foto: Huffington Post)
A
A
A

PENYAKIT difteri gampang menular lewat percikan air liur dan sisa-sisa bersin. Karenanya, Anda harus mencegah supaya tidak memicu penularannya. Salah satunya yakni dengan menggunakan masker.

Difteri merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh Corynebacterium. Bakterinya berkembang biak di air liur seseorang.

Karena itu, supaya tidak tertular Anda diimbau untuk melakukan pencegahan. Salah satu yang efektif yakni menggunakan masker saat berada di ruang publik.

"Kami imbau kesadarannya bagi penderita infeksi saluran napas harus pakai masker. Tidak ada salahnya orang sehat juga pakai masker, baik itu saat naik bus, kereta, dan berkumpul di tempat umum," ujar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI dr. H. M. Subuh, MPPM saat ditemui di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (6/12/2017).

Selain menggunakan masker, setiap orang juga harus menjaga higienitas diri sendiri. Anda diimbau untuk rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Selanjutnya, Anda juga harus menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap sehat. Karena penyakit difteri tidak mengenal musim dan usia.

(Baca Juga: Kasus KLB Difteri Terparah Terjadi di Jawa Timur)

Siapa saja bisa terserang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Penyakit difteri sistem penularannya sangat cepat dan tidak terbatas.

Lebih penting lagi, anak-anak harus dapat imunisasi jenis tetanus difteri (TD). Vaksin ini wajib diberikan kepada anak usia 1-19 tahun atau sama saja dengan booster.

Imunisasi menjadi salah satu langkah wajib untuk mencegah difteri. Setiap anak diimbau untuk mendapatkan imunisasi ulang per pekan depan.

(Baca Juga: Cegah KLB Difteri, Anak Wajib Dapat Imunisasi Ulang Jenis Tetanus Difteri)

Pemerintah mewajibkan kepada 20 provinsi yang melaporkan adanya suspect difteri. Saat mengimunisasi anak, jangan khawatir efek samping yang membahayakan.

"Sudah banyak contoh kabupaten dan kota yang melakukan imunisasi mencapai target. Ternyata dengan Outbreak Respons Immunization (ORI) sampai 97% bisa mencegah difteri dengan efektif," pungkasnya. (tam)

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement