GUNA menggapai mimpi, setiap orang punya halangan masing-masing. Ada yang menganggapnya sebagai ujian berat, ada juga beberapa orang yang manilainya sebagai proses mewujudkan cita-cita.
Banyak orang mungkin memilih halangan tersebut sebagai proses pembelajaran dan pendewasaan diri. Itu juga yang dilakukan Therese Hansson. Perempuan berusia 26 tahun itu mungkin tidak menyangka dirinya akan mengalami masalah besar bagi seorang perempuan. Tapi, tidak ada yang bisa menghalangi mimpinya!
Ya, Therese sudah mengalami kebotakan sejak berusia 14 tahun. Saat itu, dirinya hanya bisa menangis dan menangis. Rambutnya pun setiap hari semakin rontok. Sampai akhirnya semua rambut di kepalanya pun hilang. Mahkota perempuan itu pun tak lagi ada di kepala Therese.
Dilansir dari Daily Mail, Selasa (5/12/2017), perempuan asal Malmö, Swedia, itu pertama kali menyadari bahwa dia kehilangan rambutnya saat dirinya masih remaja. Pada awalnya dia khawatir bahwa dia mungkin menderita kanker pada usia 14 tahun, dia tidak tahu bahwa rambut rontoknya adalah karena kemoterapi.
Selama bertahun-tahun Therese menyembunyikan kepalanya yang botak dan hanya keluarga dan teman dekatnya yang mengetahui kondisinya.
Tapi karena keteguhan hati dan keihlasan diri, dia yakin akan keluar di depan umum tanpa memakai wig dan bekerja sebagai model!
"Saya pertama kali melihat masalah ini saat saya berdiri di cermin sambil mencoba menata rambut saya dan menguncirnya seperti ekor kuda dan setelah itu, saya melihat sebuah petak kecil, yaitu rambut di kening saya semakin tipis dan terlihat sedikit botak," dia menjelaskan.
Therese menceritakan, saat kejadian itu dirinya masih muda, jadi dia pun sempat khawatir bahwa itu adalah kanker. Sebab, banyak orang yang beranggapan demikian; kalau mulai botak, ada sel kanker aktif di tubuh Anda!
(Baca Juga: Model Cantik Ini Berjalan di Catwalk dengan Bewok Tebal)
"Hanya keluarga saya yang tahu tentang hal itu pada awalnya. Satu tahun kemudian saya memberanikan diri untuk memberitahu kabar ini ke teman-teman terdekat saya," papar Therese.
"Itu adalah rahasia besar bagi saya dan saya sangat sensitif jika ada yang memperhatikan atau menanyakan sesuatu tentang rambut saya. Untung aku pandai menyembunyikannya," sambungnya cepat.
Sekarang Therese merasa seperti terlahir kembali. Dirinya tidak perlu menyembunyikannya semua itu lagi. Perempuan yang sekarang bekerja sebagai model itu pun sudah berani keluar di depan umum dengan kepalanya yang botak!
Meskipun Therese sudah bisa menerima penyakitnya, Therese mengatakan bahwa dia tidak akan berani mengungkapkan kepalanya yang botak seandainya bukan karena temannya yang mendorong hal itu terjadi.
(Baca Juga: Model Berparas Unik)
Berkat kepala botaknya, Therese pun bisa bergabung dalam agen pemodelan GC Management dan sekarang melakukan apa yang dia cintai, menjadi model.
"Sekarang, orang-orang di sekitar saya tidak bisa bersikap semena-mena dan saya pun mencoba untuk memberikan semangat dan nasihat kepada kepada penderita lainnya," ungkap Therese.
"Saya akan memberi tahu mereka apa yang saya harap bisa saya katakan pada diri sendiri saat saya bersembunyi dan merasa tidak aman tentang bagaimana orang akan bereaksi, intinya jangan bersembunyi," katanya. Sebab, lanjut Therese, Itu hanya akan membuat Anda merasa lebih buruk.
(Baca Juga: Punya Warna Kulit Unik, 5 Orang Ini jadi Terkenal di Seluruh Dunia)
(Muhammad Saifullah )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.