Tak hanya itu, para pengunjung juga akan disuguhi tradisi menarik, yakni Tari Parasean. Tari Peresean ini semacam perang antara dua orang lelaki menggunakan tameng dan senjata rotan dengan iringan musik gamelan khas suku sasak. Kedua orang ini akan saling pukul hingga ada salah satu diantaranya dinyatakan kalah.
"Tari Parasean ini merupakan tradisi kami. Dulu tari ini digunakan untuk memohon hujan. Jika salah satu sudah terkena sabetan rotan dan ada darah yang mengucuru, itulah yang dilambangkan dengan hujan," terang Husain.
Para wisatawan pun dipersilahkan untuk mencoba melakukan tarian perang menggunakan rotan ini. Tentunya dengan rekannya sendiri. Hal ini untuk mencegah adanya dendam jika ada salah satu yang terkena sabetan rotan.
(Baca Juga: Napak Tilas Sisa Kehidupan Kota Ampenan di Lombok)
Untuk menikmati itu semua, wisatawan juga tak perlu khawatir dipungut biaya mahal. Sebab, masyarakat di Desa Wisata Ende tidak mematok tarif. Mereka memungut sesuai dengan yang diberikan wisatawan usai tari Peresean selesai di pentaskan.
Menarik bukan? Jika Anda berlibur ke Lombok, tak ada salahnya untuk datang ke Desa Wisata Ende. Sebab, selain menyajikan rumah adat yang begitu ciamik, kondisi Desa Wisata Ende juga masih alami dan bersih.
(Muhammad Saifullah )