Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anies-Sandi Akui Kopi Indonesia Lebih Enak Dibanding Kopi Luar

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Minggu, 26 November 2017 |16:11 WIB
Anies-Sandi Akui Kopi Indonesia Lebih Enak Dibanding Kopi Luar
Anies-Sandi Minum Kopi Bengkulu (Foto: Dimas/Okezone)
A
A
A

TIDAK seperti biasanya, kegiatan car free day di kawasan Bundaran HI hari ini, Minggu (26/11/2017), dimeriahkan dengan kehadiran Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan - Sandiaga Uno. Dalam kesempatan tersebut, Anies dan Sandi terlihat menghadiri pameran kopi yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Berdasarkan pantauan Okezone, keduanya hadir di area CFD sekitar pukul 07.30 WIB, dengan mengenakan baju berwarna merah. Anies-Sandi langsung disambut ramah oleh Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mesyah.

Kebetulan, hari ini Pemerintah Provinsi Bengkulu juga sedang melakukan promosi produk kopi unggulan mereka dengan menyelenggarakan acara bertajuk "Semarak Kopi Bengkulu".

Tak mau menyia-nyiakan kesempatan tersebut, Anies-Sandi menyempatkan untuk mencicipi secangkir kopi robusta khas Bengkulu. Anies bahkan berjanji akan menjalin kerja sama dengan Pemprov Bengkulu.

"Kopinya enak, teman-teman harus coba. Insya Allah Jakarta bisa menjadi salah satu pasar kopi robusta Bengkulu," tutur Anies.

Selain menjanjikan kerja sama, Anies juga meminta masyarakat untuk mulai memperhatikan industri kopi Indonesia. Menurut penuturan pria berusia 48 tahun itu, kualitas kopi Indonesia sebetulnya tidak kalah dengan produk kopi luar.

"Varian kopi kita banyak. Seharusnya kita lebih sering mengapresiasi produk kopi Indonesia," tambahnya.

Hal senada juga diakui oleh Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mesyah. Ia menuturkan bahwa, kopi Indonesia sebetulnya telah lama diakui oleh masyarakat Internasional.

Berdasarkan pengakuan Rohidin, pada abad ke-17 lalu, Inggris sempat menyambangi Bengkulu karena tertarik dengan keunikan rasa kopi robusta yang ada di daerah tersebut.

"Jagoan kita memang robusta. Tanaman kopi ini dikembangkan masyarakat sudah turun temurun. Rasa uniknya sendiri muncul karena pohon kopi ditanam di daerah perbukitan yang berada di pinggir pantai pada ketinggian 700-1500 mdpl," jelas Rohidin.

Mengingat mayoritas kopi robusta Bengkulu dibudidayakan oleh masyarakat lokal, kualitas kopi dipastikan terbaik karena ditanam secara organik, tanpa bahan kimia apa pun.

Setidaknya ada 4 kabupaten di Bengkulu yang menjadikan kopi sebagai komidi utama mereka yakni, Kabupaten Kepahiang, Rejang Lebong, Kaur, dan Arga Makmur. Keempat kabupaten inilah yang berhasil membuat Bengkulu menjadi salah satu produsen kopi terbesar ketiga di Indonesia setelah Lampung dan Sumatera Selatan.

Bahkan, tahun 2016 lalu, kopi Robusta yang berasal dari Kabupaten Kepahiang berhasil masuk dalam jajaran kopi terbaik Indonesia pada event Kontes Specilty Indonesia (KKSI).

Untuk meningkat produksi serta kualitas kopi, Pemprov Bengkulu telah melakukan sejumlah strategi. Salah satunya adalah peremajaan tanaman kopi rakyat yang sudah berusia tua.

"Di awal tahun kemarin, Kita juga sudah bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember untuk mensertifikasi manajemen produksi serta bibit kopi yang akan digunkan agar hasil produksi sesusai standar. Selain itu kita juga bekerjasama dengan Bekraf untuk membuat hak paten," tukas Rohidin.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement