MESKI Jepang merupakan negara maju, namun sayang kesetaraan jender di negara tersebut sangat buruk. Wanita-wanita di Jepang mulai mengeluhkan nasib karier mereka.
Baru-baru ini seorang politikus wanita di Jepang memancing perdebatan karena ia dilarang membawa bayi ke dalam ruang sidang dewan. Sebagai anggota perlemen, Yuka Ogata diberitahu dia tidak dapat mengikuti sidang mejelis pada Rabu, 22 November lalu karena membawa bayi laki-lakinya yang berusia 7 bulan.
Pejabat majelis kota Kumamoto mengatakan bahwa aturan di di ruang parlemen memang tidak memperbolehkan anak-anak masuk. Akibat larangan tersebut, Ogata hanya bisa mengikuti sidang majelis selama 40 menit. Dia meninggalkan bayinya di luar yang dititipkan kepada temannya.
Menurut laporan BBC, ini merupakan pertama kalinya Ogata menghadiri sidang paripurna sejak dia melahirkan anaknya. Ogata pun mengeluhkan betapa sulitnya melanjutkan karier dan mengasuh anak bagi wanita Jepang jika peraturannya tidak berpihak pada wanita.
BACA JUGA:
"Saya ingin kantor mana pun, termasuk ruang sidang parlemen menjadi tempat di mana wanita bisa membesarkan anak dan melakukan pekerjaan dengan baik," kata Ogata kepada surat kabar Mainichi.