Advertisement
Advertisement

Hindari Risiko Kematian Bayi saat Lahir, Ibu Hamil Disarankan Tidur Menghadap ke Samping

Tiara Putri , Jurnalis-Selasa, 21 November 2017 |18:18 WIB
Hindari Risiko Kematian Bayi saat Lahir, Ibu Hamil Disarankan Tidur Menghadap ke Samping
A
A
A

BANYAK hal yang harus diperhatikan oleh ibu hamil, salah satunya adalah posisi tidur. Para ahli menyarankan ibu hamil untuk lebih memilih posisi tidur menyamping guna menghindari risiko bayi lahir mati atau stillbirth. Sebuah penelitian mengungkapkan ibu hamil yang lebih senang tidur telentang selama tiga bulan terakhir kehamilannya akan memiliki risiko lebih dari dua kali lipat untuk melahirkan bayi mati.

Menurut para ahli, kejadian itu dikarenakan berat rahim dapat mengganggu aliran darah ke janin. Posisi tidur juga bisa memengaruhi pernapasan janin. Sebelum penelitian ini telah ada penelitian serupa yang mengaitkan posisi tidur dengan kemungkinan bayi lahir mati.

The Midlands dan North of England Stillbirth Study adalah penelitian yang menganalisis dampak posisi tidur ibu terhadap kehilangan bayi. Selain itu ada pula penelitian dari Selandia Baru dan Australia yang juga menghubungkan posisi tidur dengan kelahiran tahap akhir. Sementara itu, peneliti di Universitas Auckland mengungkapkan ibu hamil yang tidur telentang setelah usia kehamilan 28 minggu memiliki risiko hampir empat kali lipat melahirkan bati mati.

Berdasarkan hasil penelitian itu, maka tak heran jika para ahli mendesak ibu hamil agar mengambil posisi tidur menghadap ke samping. Penelitian memperkirakan akan ada penurunan risiko bayi lahir mati sebanyak 3,7% bila ibu hamil berhenti tidur telentang. Peneliti juga menyarankan agar ibu hamil tidak perlu mengkhawatirkan posisi ketika bangun tidur.

“Posisi tidur yang dipilih akan lebih lama berlangsung dibanding posisi saat bangun tidur. Jika seseorang memilih tidur menghadap ke samping, besar kemungkinan ia akan tetap tidur dengan posisi tersebut. Kalaupun saat bangun posisinya telentang, itu belum berlangsung lama,” ujar Profesor Alexander Heazell, selaku pemimpin penelitian seperti yang dikutip dari Mirror, Selasa (21/11/2017).

Profesor Alexander menambahkan agar ibu hamil yang bangun tidur dalam posisi telentang padahal sebelumnya sudah mengambil posisi menghadap ke samping, agar tidak merasa melakukan sesuatu yang buruk. “Hal ini penting karena mereka menghabiskan waktu lebih lama dalam posisi yang dipilih sebelum tidur. Selain itu, mereka tidak dapat melakukan apapun tentang posisi ketika bangun,” pungkasnya.

(Ade Indra Kusuma)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement