Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Stunting Rentan Terjadi saat MPASI, Monitor dengan Baik Tumbuh Kembang Anak di 1000 Hari Pertama Kehidupan

Tiara Putri , Jurnalis-Senin, 20 November 2017 |16:17 WIB
Stunting Rentan Terjadi saat MPASI, Monitor dengan Baik Tumbuh Kembang Anak di 1000 Hari Pertama Kehidupan
Ilujstrasi stunting (Foto: NDTV)
A
A
A

MASALAH tumbuh kembang anak-anak yang harus dihadapi masyarakat Indonesia masih cukup banyak. Mulai dari kekurangan gizi, obesitas, hingga stunting atau kependekan. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, angka kasus stunting di Indonesia masih cukup tinggi yaitu mencapai 37%. Padahal menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), angka stunting seharusnya berada di bawah 20%.

Masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa kependekan pada anak karena faktor genetika. Hal itu tidaklah salah, namun sebenarnya bisa diatasi. "Beberapa puluh tahun lalu orang Jepang termasuk orang yang pendek. Namun dengan adanya perbaikan nutrisi, lihat sekarang mereka tinggi-tinggi. Masyarakat Indonesia pun bisa seperti itu dengan pemberian nutrisi yang optimal pada anak di 1000 hari pertama kehidupannya," ujar dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang, DR. dr Ahmad Suryawan, SpA (K) saat ditemui dalam media workshop bertajuk "Susu Pertumbuhan Frisian Flag dan Gerak 123 Dukung Generasi Pintar, Kuat, dan Tinggi", Senin (20/11/2017) di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.

Menurut dokter yang akrab disapa dr Wawan itu, nutrisi yang diterima anak harus diperhatikan terlebih di saat mereka sudah mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI). "Sejak mengenal MPASI, tinggi badan anak biasanya mulai turun. Jika tinggi badannya di bawah garis -2 SD dalam kurva pertumbuhan dan disebabkan oleh malnutrisi, maka anak itu terkena stunting atau kependekan," tambah dr Wawan.

Penting untuk diingat oleh orangtua bahwa stunting dapat memengaruhi tingkat kecerdasan seorang anak. Dijelaskan oleh dr Wawan, anak-anak yang mengalami stunting skor nilai IQ dan DQ-nya lebih rendah, gangguan emosional yang lebih tinggi, serta performa sekolah dan prestasi yang lebih rendah. Hal itu dapat mengancam kecerdasan dan perilaku anak di masa depan.

"Kemampuan penglihatan, bicara, logika matematik, motorik, dan bahasa terbentuk di 1000 hari pertama kehidupan anak. Maka dari itu, hal ini harus benar-benar diperhatikan. Setiap bulan monitor pertumbuhan anak dengan baik. Caranya ukur tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala sehingga jika ada masalah dapat ketahuan dan segera diatasi. Sebab jika diobati di atas usia 2 tahun akan jauh lebih sulit dan bisa jadi percuma," kata dr Wawan.

Tak cukup sampai di situ, dr Wawan menekankan pentingnya aktivitas fisik untuk anak-anak yang disesuaikan dengan usianya. Aktivitas fisik dapat menstimulasi tumbuh kembang anak menjadi lebih baik. Kombinasi nutrisi dan aktivitas fisik dapat mencegah sekaligus menghindari anak dari masalah stunting. Kalaupun di masa 1000 hari pertama, ketahuan anak mengalami masalah stunting, penanganannya dapat dioptimalkan dengan kombinasi nutrisi dan aktivitas fisik. Hal itu dapat membantu meningkatkan kecerdasan anak.

(Dinno Baskoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement