Mesir
Saat Bung Karno memimpin Indonesia, Indonesia memiliki hubungan yang dekat dengan Mesir. Mesirlah yang pertama kali mengakui kedaulatan Indonesia sebagai negara merdeka. Bung Karno saat itu berkawan dengan presiden Mesir Gammal Abdul Nasser dan keduanya memprakarsai Konferensi Asia - Afrika untuk melawan imperialisme dan neokolonialisme.
Bung Karno tercatat mengunjungi Mesir sebanyak 6 kali. Namanya pun harum di mata rakyat Mesir hingganya namanya diabadikan menjadi nama jalan di sebuah area di Mesir. Hanya disini namanya bukan hanya Soekarno tapi Ahmed Soekarno street. Penambahan nama ini dilakukan oleh para mahasiswa Indonesia di Mesir agar terlihat lebih islami sehingga menarik perhatian masyarakat Mesir. Juga seragam dengan wakil presiden Mohammad Hatta yang namanya diawali dengan kata Mohammad.
Jalan Ahmed Soekarno di Mesir terletak bersebelahan dengan jalan Sudan, di daerah Kit-Kat Agouza Geiza. Jalan ini bisa dicapai dari kawasan mahasiswa di al-Hay al-Asyir (sektor 10) Madinat al-Nashr (Nasr city) dengan naik bus hijau nomor 109 dan 167.